Upaya Mendorong Pergerakan Ekonomi Daerah

Tingkatkan Kualitas Belanja Publik


SAMARINDA - Pelaksana Tugas  Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi mengungkapkan ada tiga hal yang harus mendapatkan perhatian dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan, baik secara orang perorang maupun setiap unit kerja. Ketiga hal dimaksud, yaitu kualitas belanja publik, pelayanan publik dan birokrat yang profesional.  
Rusmadi menekankan soal kualitas belanja publik. Menurut dia, secara bertahap dan berstruktur Pemprov telah berusaha untuk meningkatkan kualitas belanja publik. Hal itu terindikasi dengan besarnya belanja modal atau belanja non pegawai yang meningkat pesat, yaitu sekitar Rp3,2 triliun.  
Dijelaskan, belanja modal adalah yang terkait dengan belanja-belanja untuk pembangunan, seperti pembangunan jalan, pelabuhan dan lainnya, serta belanja yang terkait dengan bagaimana memberikan pelayanan kepada publik sekaligus mendorong upaya pergerakan ekonomi sehingga ekonomi tumbuh dengan baik.   
"Posisi realisasi penyerapan anggaran per 31 Mei 2013 adalah 25,23 persen. Angka tersebut jauh melebihi target atau capaian pada 31 Mei 2012, yaitu sekitar 17 persen. Dan ini harus kita apresiasi untuk kerja kita semua. Artinya ada peningkatan kinerja dalam menata, mengelola dan mengendalikan realisasi belanja," jelas Rusmadi pada Apel Pagi di lingkungan Setda Prov Kaltim, di Halaman Kantor Gubernur, Senin (1/7).  
Lanjut dia, jika tidak ada belanja yang dilakukan maka realisasi penyerapan anggaran menjadi rendah yang berarti pembangunan juga tidak berjalan dengan baik. Untuk itu, Rusmadi meminta setiap unit kerja dapat melakukan percepatan dan monitoring untuk memastikan program dan kegiatan itu berjalan serta memastikan belanja itu terealisasi.  
"Kadang-kadang kita lupa, kesalahan kecil saja seperti penundaan lelang dan hal lainnya dapat berpengaruh terhadap realisasi penyerapan anggaran. Jadi, apa yang sudah bagus dilakukan harus ditingkatkan. Pada Juni 2013 ditargetkan realisasi penyerapan anggaran 30 persen, namun kita meyakini capaian realisasi melampaui target," ucapnya.   
Rusmadi menambahkan, berbicara realitas seharusnya realisasi penyerapan anggaran semester pertama 2013 sudah mencapai 50 persen. Jangan sampai belanja untuk kegiatan menumpuk di akhir tahun karena akan berdampak kurang baik, baik bagi perekonomian Kaltim maupun terhadap masyarakat.   
"Jika tidak ada pergerakan ekonomi maka pendapatan masyarakat tidak akan mencukupi, berarti pemerintah gagal dalam pelaksanaan pembangunan. Jangan sampai hal itu terjadi. Pemprov optimis capaian realisasi penyerapan anggaran tahun ini akan lebih baik dari tahun kemarin," pungkasnya. (her/hmsprov).

///Foto : Dr H Rusmadi


 

Berita Terkait