UPTB Bapeltan Sebagai Inkubator Agribisnis di Kaltim

UPTB Bapeltan Sebagai Inkubator Agribisnis di Kaltim

 

SAMARINDA – Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Sempaja Samarinda yang merupakan instansi teknis Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kaltim ditunjuk sebagai Inkubator Agribisnis (IA) di daerah ini.

“Potensi lahan yang kami miliki sangat besar terutama untuk menjadi pusat pelatihan atau kawasan terpadu dalam pengembangan kegiatan pendidikan dan pelatihan sektor pertanian,” kata Kepala UPTB Bapeltan Sempaja Samarinda H Syarifiddin, Jumat (3/10).

Menurut dia, penujukkan UPTB Bapeltan Sempaja Samarinda yang telah berdiri sejak tahun 1985 atau telah berusia 30 tahun, berdasarkan surat keputusan dari Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang pada 1 September lalu.

Penunjukkan tersebut sesuai dengan potensi lahan yang saat ini dikembangkan untuk pendidikan dan pelatihan bagi petani, kelompok tani maupun penyuluh pertanian untuk kegiatan subsektor peternakan, perikanan serta pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

Misalnya, UPTB Bapeltan memiliki kolam budidaya perikanan air tawar yang dapat digunakan pembenihan ikan. Sebab lanjut Syarfiddin, hingga saat ini untuk memenuhi kebutuhan benih ikan masih mendatangkan dari luar Kaltim.

Karenanya, potensi UPTB akan dimaksimalkan untuk pengembangan benih ikan guna memenuhi kebutuhan lokal. Selain itu, lahan untuk pengembangan dan pelatihan pertanian tanaman pangan dan hortikultura (buah-buahan).

Disebutkannya, Kaltim memiliki berbagai tanaman khas daerah yang memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan pasar di daerah bahkan ekspor. “Potensi buah-buahan Kaltim merupakan tantangan untuk terus dikembangkan melalui incubator agribisnis ini,” ungkapnya.

Termasuk lahan pengembangan ternak sapi dari perbibitan hingga pengembangan serta pengolahan kotoran hewan. “Kita sudah memiliki 15 ekor sapi untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan serta perbibitan sapi juga pengolahan kotoran ternak,” jelas Syarfiddin.

Dijelaskannya, kotoran hewan khusus sapi dapat diolah menjadi energi alternatif baik berupa biogas maupun biomassal. Selain itu, kotoran dan air seni sapi dapat dijadikan pupuk organik bagi tanaman yang sangat baik dan murah serta aman.

“Kami sangat optimis penunjukkan UPTB menjadi inkubator agribisnis akan mampu mendukung program prioritas Gubernur Awang Faroek Ishak mengembangkan sektor pertanian dalam arti luas di Kaltim untuk kesejahteraan rakyat,” ungkap Syarfiddin.(yans/es/hmsprov)

///FOTO : Pemprov Kaltim terus berupaya meningkatkan pembangunan peternakan, termasuk sapi dengan upaya meningkatkan pengetahuan peternak melalui program Inkubator Agribisnis.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait