UPTD PPD Disnakertrans Kaltim Gelar Pelatihan Wirausaha di PPU dan Paser


TANAH GROGOT - Lesunya perekonomian nasional hingga saat ini menyebabkan banyak perusahaan harus merumahkan karyawan. Sebagian yang lain bahkan harus melakukan rasionalisasi. Dampak berikutnya, pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi hampir di semua daerah di Indonesia, tidak terkecuali di semua wilayah Kaltim. Efek selanjutnya,  jumlah pengangguran kembali meningkat.

Kinerja sektor pertambangan, khususnya batu bara yang terus melorot juga memberikan andil sangat besar terhadap naiknya jumlah pengangguran di Bumi Etam. Jika pada 2015 jumlah pengangguran mampu ditekan hingga 7 persen, maka pada Februari 2016, angka pengangguran justru melonjak hingga mencapai 8,86 persen.

Kenyataan ini menjadi tantangan yang harus disikapi pemerintah dengan program-program terarah dan berdampak bagi terciptanya aktifitas ekonomi, membuka peluang kesempatan kerja, mengurangi jumlah pengangguran dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

"Berbagai upaya terus kami lakukan untuk dapat membuka kesempatan kerja secara mandiri dengan memanfaatkan potensi-potensi sumber daya lokal. Kita ingin kesempatan kerja semakin terbuka dan peluang usaha lebih banyak diciptakan dengan kemampuan teknis yang kami berikan melalui pelatihan. Dengan demikian,  akan lebih banyak masyarakat yang beraktifitas dan bekerja," kata Kepala UPT Pengembangan Produktivitas Daerah (PPD) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Hj. Hetty saat mewakili Kepala Disnakertrans Kaltim H Fathul Halim membuka Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemula Angkatan IX dan X di Stiper Muhammadiyah Tanah Grogot, Senin (1/8).

Pelatihan kewirausahaan yang digagas UPT PPD Disnakertrans Kaltim tersebut memilih peserta secara sangat selektif dengan syarat utamanya adalah masyarakat yang benar-benar serius ingin berwirausaha. Selain itu, beberapa pengusaha pemula juga dilibatkan dalam pelatihan ini.

Setiap angkatan diikuti 20 peserta. Mereka akan mengikuti pelatihan dalam waktu 6 hari (1-6 Juli) dan akan menerima pelajaran teori dan praktek. Teori meliputi manajemen produktif, cara menyusun neraca, laporan rugi laba dan teknik administrasi lainnya.

Selain itu, para peserta juga mendapat tambahan pengetahuan tentang praktek pembuatan berbagai produk olahan makanan berbahan dasar kelapa, rumput laut, pisang dan singkong.  "Kami juga berikan trik-trik untuk membangun kuliner kreatif," tambah Hetty. Saat pembukaan pelatihan kewirausahaan di Paser turut hadir camat setempat dan sejumlah kepala dinas di Pemkab Paser.

Sementara sebelumnya, saat pelatihan digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 18 - 23 Juli, pelatihan kewirausahaan untuk Angkatan VII dan VIII dibuka oleh Sekkab PPU, H Tohar di ruang pertemuan Hotel Kalimantan Penajam.

"Kehadiran para pejabat teras di daerah menjadi pertanda yang baik. Mudah-mudahan program provinsi bisa terus bersinergi dengan program pemerintah kabupaten dan kota," tegas Hetty. (sul/es/humasprov)  

Berita Terkait