Usaha Penting, Tapi Kesehatan Lebih Utama

 Dari Seminar dan Koseling PNS yang akan Purna Tugas (Bagian 3-Habis):

Ratijo Harjo Suwarno kelahiran tahun 1944 adalah potret seorang wirausahawan Jogjakarta yang sukses. Usahanya adalah menanam jamur. Jamur diolah jadi aneka jenis masakan, maka berdirilah rumah makan yang luas dan cukup terkenal. Tamu makannya tidak hanya warga Jogja, tapi yang terbanyak adalah wisatawan Nusantara hingga mancanegara seperti China dan Korea yangn memang doyan panganan jamur.

Para peserta Seminar dan Konseling bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Kaltim yang Purna Tugas tahun 2018, banyak yang terkagum-kagum ketika meninjau lokasi penanaman dan menyantap aneka makanan berbahan jamur itu. Lebih terkesima lagi lantaran Ratijo mengaku, mulanya usahanya hanya bermodalkan duit Rp 5 juta.

”Sekarang saya punya lahan usaha yang cukup luas, mulanya karyawan cuma 11 orang sekarang bertambah jadi 275 orang. Aset saya diperkirakan sudah mencapai Rp 30 miliar. Saya bahkan tidak sadar kalau sudah menjadi orang kaya,” katanya sambil tertawa lebar.

Dari lelaki yang masih cukup enerjik ini, para peserta banyak mendapat petuah. Antara lain dia mengatkan, membuka usaha jangan setengah-setengah, harus serius dan pantang menyerah. Dia bercerita, usaha jamurnya mulanya tidak banyak peminat, karena ada yang mengatakan kalau makan jamur bisa keracunan dan mati.

Karena itu dia berusaha meyakinkan masyarakat dengan membuat aneka makanan yang aman, dia juga meyakinkan jika makan jamur akan sehat dan kuat. Karena itu pula dia tidak segan menemui setiap tamu yang datang di rumah makannya sekedar menanyakan apakah masakannya enak.

”Umumnya mereka merasa enak dan pasti kembali lagi ke sini,” kata Ratijo.

Selain diberi kesempatan peninjauan lapangan, para peserta seminar dan konseling juga diberi ceramah tentang mental spiritual. Dua pembicara tampil sangat mengesankan. Pertama tampil Drs H Sentot Herjanto Msi Psi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menguraikan panjang lebar tentang kebahagiaan hidup di masa purna bakti atau pensiun.

”Pensiun pasti dan akan tiba pada saatnya. Karena itu kita harus bersiap dari sekarang, supaya di masa pensiun tidak menderita, tetap berbahagia di masa tua,” katanya.

Lain lagi dengan dr Proboseno SPpd K Ger FINASIM dari Fakultas Kedokteran UGM yang bicara tentang sehat di masa purna tugas. Menurutnya, usaha atau bekerja bagi pensiunan jelas tidak ada yang melarang, tapi jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan.

”Kesehatan sangat penting, lebih utama, karena itu kalau pensiun jangan sakit,” katanya.

Untuk itu dia memberi resep bagaimana seorang purna tugas bisa berbahagia dan tetap sehat. Yaitu, harus rajin dan rutin berolahraga, makan makanan bergizi, tidur cukup, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maa Esa, memiliki hobi yang menyenangkan, lingkungan hidup sekitar baik, hati yang ikhlas, melakukan kontrol kesehatan secara rutin, selalu merasa gembira, suka membaca dan menulis, bekerja dan berkarya dalam kadar kemampuan yang cukup dan tidak memaksakan diri.

Sementara itu pada acara penutupan seminar dan konseling, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltim HM Yadi Robyan Noor SE MTP turut memberi nasehat kepada para peserta, karena masa pensiun masih empat tahun lagi, maka dia mengharapkan sebagai PNS tetap bekerja dengan baik.

”Gaya hidup harus sehat, perhatikan harmonisasi keluarga, jaga kesehatan dan buatlah perencanaan sebelum pensiun dengan sebaik-baiknya,” kata Roby, sapaan akrabnya. (hadri/sul/hmsprov).

////Foto : OPTIMISTIS. Peserta seminar dan konseling foto bersama seusai kunjungan di lokasi penanaman jamur. (hadri/humasprov ).

 

Berita Terkait
Government Public Relation