Utamakan Investasi di Bidang Hilirisasi Produk

* Pemkab/Pemkot Pacu Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
 
SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan penting bagi Pemprov Kaltim bersama kabupaten/kota untuk memberikan perhatian secara khusus dan mengambil langkah-langkah konkrit percepatan pencapaian sasaran RPJMD 2014-2018 dalam kerangka menuju visi Kaltim Maju 2030.
Salah satu langkah kongkrit yang diambil Pemprov adalah melakukan pemberdayaan ekonomi rakyat dan pengembangan sektor riil. Berkaitan dengan itu, pemberdayaan ekonomi rakyat diarahkan pada mendorong daya saing usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan memanfaatkan modal yang telah diperoleh melalui kredit usaha rakyat (KUR) secara efektif dan efisien.
“UMKM yang telah mampu bersaing dan telah memiliki pasar ekspor harus mendapat perhatian khusus dari perbankan untuk dapat lebih mengembangkan usahanya. Saya juga berharap pada 2014 ini kita dapat menciptakan 4.000 wirausahawan baru yang secara langsung dapat menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja,” ujar Awang Faroek, Rabu (3/4).
Selanjutnya, peningkatan daya saing dan investasi di daerah masing-masing. Diketahui, Kaltim pada 2012 berhasil menduduki peringkat lima untuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan peringkat tiga untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Berdasarkan hasil penelitian National University of Singapore (NUS) Kaltim menduduki peringkat ke tiga di Indonesia, untuk daya saing ekonomi daerah.
“Saat ini investasi di Kaltim masih didominasi oleh investasi di sektor hulu, terutama migas, batubara dan perkebunan kelapa sawit. Diharapkan ke depan perlu di dorong investasi di bidang hilirisasi produk (industri pengolahan), terutama dengan memanfaatkan klaster-klaster industri yang telah dibangun,” harapnya.
Diungkapkan, saat ini Kaltim telah menetapkan pembangunan ekonomi dengan strategi pembangunan berdimensi kewilayahan pada tujuh kawasan industri strategis berbasis sumber daya alam (SDA) terbarukan berdasarkan keterkaitan industri hulu sampai dengan hilir.
Untuk itu, sambung dia, pembangunan kawasan industri ini harus memiliki daya saing yang tinggi agar mampu menarik investor yang pada gilirannya dapat mengurangi ketergantungan Kaltim pada sektor pertambangan dan Migas.
Ditambahkan, program-program pembangunan Kaltim diprioritaskan untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan perluasan kesempatan kerja sebagai bagian dari upaya Pemprov untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Diketahui, jumlah relatif angka kemiskinan terhadap jumlah penduduk pada 2012 telah melampaui target RPJMD 2013, namun jumlah absolutnya tetap meningkat dikarenakan adanya migrasi dari luar daerah yang mempunyai tingkat pendapatan yang rendah dan termasuk kriteria penduduk miskin.
“Berkaitan dengan hal tersebut maka program-program pengentasan kemiskinan hendaknya diarahkan pada sinergitas pembangunan sektoral yang mampu menyerap tenaga kerja terutama sektor pertanian khususnya agroindustri dan agroservices,” pungkasnya. (her/hmsprov).

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada pembukaan Musrenbangp[rov Kaltim. (syaiful/humasprov kaltim).
 

Berita Terkait
Government Public Relation