Utamakan Pembinaan Mental dan Keterampilan

Dinas Sosial Latih Remaja Putus Sekolah dan ABG Rawan Masalah Ekonomi  


SAMARINDA – Dinas Sosial Kaltim akan melatih dan membina remaja putus sekolah dan perempuan penyandang masalah rawan sosial ekonomi. Angkatan pertama tahun ini diikuti 70 remaja putus sekolah yang dilaksanakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) dan 40 perempuan penyandang masalah sosial di UPTD Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Harapan Mulia.  
Kepala Dinas Sosial Kaltim H Bere Ali menjelaskan, program pelatihan ini akan ditekankan pada faktor pembinaan mental spiritual, selain berbagai pelatihan keterampilan.  Upaya Dinas Sosial melalui dua UPTD ini bertujuan mulia agar   remaja putus sekolah dan perempuan penyandang masalah rawan sosial ekonomi tidak menjadi penyumbang bertambahnya penduduk miskin karena menganggur.
“Remaja putus sekolah dan perempuan penyandang masalah rawan sosial ekonomi ini umumnya berasal dari keluarga miskin. Mana kala tidak dibina dengan baik, mereka potensial menjadi penyumbang penduduk miskin di masa yang akan datang. Mereka harus dipersiapkan menjadi orang-orang yang siap bersaing dan berdaya saing di tengah masyarakat,”  kata Bere Ali saat membuka bimbingan mental sosial dan latihan keterampilan angkatan pertama penghuni UPTD PSBR dan UPTD PSKW di halaman Kantor Dinas Sosial Kaltim, Rabu (13/3).
Para peserta pelatihan akan berada dalam asrama untuk mengikuti seluruh proses kegiatan yang diperkirakan memerlukan waktu tidak kurang dari 4,5 bulan. Mereka akan mendapat bimbingan mental untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan pentingnya  kedisiplinan hidup dan berusaha. Selain itu, mereka juga akan dibekali berbagai keterampilan sebagai modal kemandirian mereka ketika kembali berada di tengah masyarakat.
Pemprov Kaltim akan menanggung seluruh pembiayaan selama peserta mengikuti proses pelatihan ini hingga selesai. Pemprov juga menanggung biaya transport dari dan menuju daerah asal mereka. Di akhir pelatihan, para peserta juga akan menerima peralatan pendukung usaha sesuai keterampilan yang diterima selama pelatihan.
“Program ini merupakan bentuk  perhatian besar Pemprov Kaltim terhadap remaja putus sekolah dan perempuan penyandang masalah sosial. Mereka semua adalah rakyat Kaltim yang patut mendapat perhatian dan Gubernur Awang Faroek memiliki konsen yang tinggi untuk itu,” tegas Bere.
Kepada seluruh peserta pelatihan ini, Bere  berharap agar mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik sehingga kelak mereka akan menjadi orang-orang yang lebih berkualitas dan mampu menyongsong masa depan dengan lebih baik.
“Masih banyak rekan-rekan anda yang saat ini berada di luar menunggu kesempatan ini. Karena itu, manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Tekadkan hati, serius dan tetaplah berdisiplin demi sukses kalian di masa depan,”  pesan Bere Ali.
Untuk pelatihan keterampilan, para  peserta dipersilahkan memilih jenis keterampilan yang diminati. Diantaranya, keterampilan menjahit, tata rias, elektro dan automotif .
Sementara itu, Kepala UPTD PSKW, Farida MM mengatakan 40 perempuan penyandang masalah rawan sosial ekonomi berasal dari kabupaten/kota di Kaltim yang telah melalui proses seleksi di daerahnya masing-masing.  
“Mereka ini umumnya adalah para perempuan yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Mereka harus bekerja keras menghidupi keluarga. Beberapa yang lain adalah ABG (anak baru gede) rawan sosial. Kekuatan mental dan spiritual mereka harus dibangun agar    mandiri setelah mengikuti pelatihan ini,” kata Farida.
Setelah angkatan pertama ini selesai dalam 4,5 bulan ke depan, dua UPTD ini akan kembali memberikan pelatihan kepada remaja putus sekolah dan perempuan penyandang masalah rawan sosial ekonomi lainnya dengan kapasitas dan waktu pelatihan yang sama. (sul/hmsprov).

//// Foto : Kepala Dinas Sosial Kaltim H Bere Ali berdiskusi dengan para peserta pelatihan yang terdiri dari para remaja putus sekolah dan perempuan penyandang masalah rawan sosial ekonomi.(samsul arifin/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation