Utamakan Pencegahan dan Deteksi Dini

Sosialisasi Penanganan Kanker bagi Masyarakat

SAMARINDA – Sesuai Visi Kaltim Maju 2018, Pemprov terus berupaya mewujudkan masyarakat Kaltim yang sehat dan berkualitas. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyebaran penyakit kanker yang terus meningkat, baik skala global, regional maupun lokal (daerah).

Demikian diungkapkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis  yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Katim Rini Sukesi, pada Sosialisasi Penanganan Kanker bagi Masyarakat, di ruang serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (23/4).

“Penyebaran kanker terus meningkat sebagai akibat dari perubahan perilaku dan gaya hidup yang beresiko dan meningkatnya pencemaran lingkungan akibat industrialisasi. Berdasarkan data ada 13 persen kematian penduduk dunia disebabkan kanker. Apabila tidak dilakukan pengendalian, diperkirakan 26 juta orang akan menderita kanker dan 17 juta di antaranya meninggal dunia,” ungkapnya.

Pemerintah pusat maupun daerah terus berupaya memberikan pengetahuan dengan komprehensif kepada masyarakat, namun pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dan perlu dukungan dari semua pihak melakukan penanggulangan kanker melalui berbagai aspek, diantaranya melalui kegiatan sosialisasi dan deteksi dini.

“Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan informasi kepada masyarakat, sehingga memiliki pengetahuan cukup mengenai kanker. Artinya, masyarakat harus tahu apa itu kanker sehingga muncul kesadaran dan kepeduliannya untuk melakukan pencegahan dan antisipasi,” ujarnya.

Karena, lanjut dia, dengan pengetahuan yang cukup dan pencegahan serta antisipasi tentang kanker, bukan mustahil akan mampu mengurangi penderita kanker dan lebih banyak lagi nyawa yang terselamatkan di Indonesia dan di Kaltim khususnya. Seperti diketahui, apabila terlambat ditangani , maka upaya penyelamatan akan sangat sulit. Kasus-kasus yang sering terjadi, hampir 70 persen kasus kanker ditemukan dalam kondisi stadium lanjut.

“Dengan adanya penjelasan dari narasumber yang dihadirkan panitia diharapkan para peserta mendapat pengetahuan tentang ciri-ciri atau deteksi awal berkembangnya kanker sehingga dapat ditangggulangi sedini mungkin. Bahkan yang terpenting adalah bagaimana cara terbaik dan murah sehingga mampu menghindari kemungkinan serangan kanker,” harapnya.

Selain itu, dipandang perlu untuk meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak terkait secara terpadu dan terukur, khususnya antara pemerintah dengan sektor swasta dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), diantaranya Yayasan Kanker Indonesia (YKI) baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Kaltim.

Adapun narasumber yang dihadirkan, yaitu dr Sri Montessori, Sp.OG dan dr Rudi Thabry Sp.b (k) onk yang juga dari RSUD AW Sjahranie Samarinda. Sedangkan peserta berasal dari anggota YKI Cabang Kaltim dan kabupaten/kota se Kaltim, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kaltim, PKK Kaltim dan Organisasi Kemasyarakatan. (her/es/hmsprov)

////FOTO : Sejumlah peserta yang menghadiri Sosialisasi penganan kanker.(heru/humasprov)

Berita Terkait