Kalimantan Timur
Utamakan Peningkatan Kompetensi Pustakawan

Pengembangan Perpustakaan Digital

SAMARINDA – Dalam upaya mewujudkan pengelolaan dan pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi (digital), perlu dilakukan langkah awal peningkatan kemampuan dan keterampilan pustakawan selaku pengelola perpustakaan.

“Tidak dapat dipungkiri pustakawan adalah pemegang peran utama suksesnya penyelenggaraan perpustakaan digital,” kata Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Sigit Muryono saat mewakili Gubernur Kaltim pada Konferensi Perpustakaan Digital se-Kaltim dan Kaltara 2014 di Badan Perpustakaan Kaltim, Senin (13/10).

Menurut dia, peningkatan pengetahuan serta kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) pustakawan harus menjadi perhatian lebih besar dari stakeholders terkait di bidang perpustakaan.

Diakui, saat ini banyak perpustakaan yang disebut hidup sengan mati tak mau disebabkan kurang bahkan tidak adanya perhatian dari pemangku kepentingan. “Perpustakaan sekolah, perguruan tinggi maupun instansi pemerintah banyak telantar,” tutur Sigit.

Selain itu, bahan kepustakaan yang tersedia banyak terdiri dari buku-buku lusuh serta usang bahkan tidak terurus dan berdebu. Kondisi ini menurut Sigit hendaknya sudah menjadi perhatian semua pihak.

Padahal perpustakaan memiliki peran yang penting  dan strategis dalam upaya meningkatkan minat dan kegemaran membaca masyarakat. “Ilmu pengetahuan masyarakat dapat diperoleh melalui membaca. Inilah tantangan bagi pengelola perpustakaan,”  kata Sigit.

Namun demikan terlebih penting adalah perlunya komitmen dan motivasi para pengelola perpustakaan untuk melakukan prubahan terhadap instituasi. “Sehingga, bukan saja pelayanan yang berubah, tetapi  juga didiringi dengan peningkatan fasilitas, agar lebih baik,” harap Sigit.

Terhadap penyelenggaraan perpustakaan digital, Sigit mengungkapkan sudah waktunya mengingat kemajuan teknologi serta era keterbukaan telah menuntut pelayanan yang lebih baik kearah keterbukaan publik.

Sementara itu Deputi Pengembangan Badan Perpustakaan dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Sri Sumekar menyebutkan lembaganya sebagai pembina seluruh jenis perpustakaan terus berupaya memberikan dukungan bagi pengembangan perpustakaan digital.

“Sejak 2008 kita sudah mencanangkan pengembangan perpustakaan digital dan 33 provinsi sudah masuk jaringan. Sementara kabupaten dan kota terdapat 150 daerah yang sudah dibantu dalampengembangan program nasiopnal ini,” ujar Sri Sumekar.

Kaltim saat ini sudah masuk dalam klasifikasi B dalam pengelolaan perpustakaan digital. “Kita berharap Kaltim ini benar-benar mampu mewujudkan sebagai center of execelent di wilayah Kalimantan,” ungkap Sri Sumekar.

Konferensi perpustakaan digital dilaksanakan selama dua hari diikuti 100 peserta dirangkai dengan orientasi lapangan ke Perpustakaan Nasional Jakarta dan Perpustakaan Institut Teknologi Telkom Bandung. Tampak hadir Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim Hj Sri Sulasmi Retno Wijayanti.(yans/es/hmsprov).

///FOTO : Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Sigit Muryono berbincang dengan Deputi Pengembangan Badan Perpustakaan dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Sri Sumekar(baju merah) dan Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim Hj Sri Sulasmi Retno Wijayanti.(masdiansyah/humasprov)

 

Berita Terkait