Verifikasi Perdana Lomba Dasa Wisma di Paser

Foto: samsul/humasprovkaltim

Ketua TP PKK Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor memimpin verifikasi Lomba Dasa Wisma Tingkat Provinsi Kalimantan Timur ke Kabupaten Paser, Rabu (16/9/2020). Verifikasi dilakukan ke Dasa Wisma Mawar 4, Desa Tapis RT 08, Kecamatan Tanah Grogot.

 

Norbaiti mengungkapkan, dari 10 kabupaten dan kota yang sudah mengajukan calon nominasi, terpilih 6 kabupaten dan kota yang akan dilanjutkan dengan proses verifikasi untuk dilakukan penilaian. Enam dasa wisma itu berasal dari 3 kota yakni Samarinda, Balikpapan dan Bontang, serta 3 kabupaten yaitu Berau, Kutai Kartanegara dan Paser.

 

“Ibu-ibu Dasa Wisma Mawar Desa Tapis boleh berbangga, karena ini adalah dasa wisma pertama yang kami verifikasi,” kata Norbaiti saat memberi sambutan dalam acara tersebut.

 

Diakui istri Gubernur Kaltim H Isran Noor itu, mengurus dasa wisma ini memang gampang-gampang susah. “Kita bicara enak, tapi eksennya (aksi) tidak mudah. Butuh kesabaran dan keinginan kuat untuk melaksanakannya,” ungkap Norbaiti. 

 

Dia mengisahkan, sesungguhnya ia sudah berkhayal untuk melakukan pembinaan dasa wisma sejak masih di Kutai Timur. Ternyata  memang tidak mudah. Karena itu menurutnya, perlu dilakukan revitalisasi dasa wisma.

 

Mengapa hal ini harus dilakukan? Karena menurut Norbaiti, semua data kependudukan ada di dasa wisma. Dasa wisma adalah kelompok ibu rumah tangga yang terdiri dari 10 hingga 20 kepala keluarga (KK) yang tugasnya membantu pelaksanaan program keluarga. Umumnya dasa wisma membantu tugas pokok dan program PKK tingkat desa dan kelurahan.

 

“Mulai pencatatan kelahiran, kematian, sampai pindah tempat tinggal, semua ada. Kalau ini berjalan dengan baik, sebenarnya kalah data statistik dengan dasa wisma,” ucap Norbaiti disambut aplaus para ibu setempat.

 

Namun demikian, gerak dasa wisma juga sangat tergantung dari pengurus PKK di tingkat terbawah, karena merekalah yang memiliki wilayah langsung. 

 

Norbaiti memberi semangat agar dasa wisma terus berkembang dengan data-data terbaru. Namun untuk itu perlu keseriusan bersama dengan dukungan instansi teknis terkait, termasuk para ketua RT.

 

“Terima kasih Pak RT 08 yang sudah mendukung Dasa Wisma Mawar masuk ke penilaian tingkat provinsi,” tambahnya.


Pengurus PKK atau pengurus dasa wisma memang tidak memiliki gaji. Karena itu, perlu ketulusan dan pengorbanan. “Memang tidak ada gajinya bu, tapi tenang, gajinya langsung dari Allah SWT,” tutup Norbaiti memberi semangat. (sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait