Vicon TVRI Kaltim, Wagub Ingatkan Masyarakat Taati Anjuran Pemerintah

Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi secara khusus wawancara langsung via video conference dengan TVRI Kaltim di Ruang Kerja Rumah Jabatan Wagub Kaltim Jalan Milono 1 Samarinda, Senin (20/4).

Wawancara Wagub Kaltim dalam bentuk daring dipandu reporter TVRI Kaltim I Made Kertayasa terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim dalam menghadapi serta mengantisipasi dan penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) di daerah.

Permasalahan Covid-19 menurut Wagub Hadi Mulyadi, telah menyerang ssejumlah negara-negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia dan Benua Etam, Kaltim.

"Ini musibah yang tidak hanya menimpa Kaltim, tapi masyarakat dunia. Jangankan kita negara baru berkembang, tapi negara maju dan besar seperti China dan Amerika serta Eropa tidak lepas menjadi sasaran penyebaran Covid-29," kata Hadi Mulyadi.

Pemprov Kaltim juga kabupaten dan kota telah membuat berbagai kebijakan, terutama upaya mengantisipasi bahkan memutus rantai penyebaran Covid-19. Atas kebijakan ini diharapkan masyarakat juga aparatur pemerintah dan swasta mentaatinya.

"Bekerja di rumah, beribadah dan belajar di rumah. Semaksimal mungkin ditaati. Termasuk melakukan social distancing (jaga jarak) serta menjaga kebersihan diri, khususnya mencuci tangan dan kebersihan  lingkungan. Tidak melaksanakan kegiatan keagamaan dan kemasyaratan dengan jumlah banyak oran,," jelasnya.

Wagub Hadi mengingatkan semua pihak dan permasalahan wabah ini bisa berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Sebab, keputusan pusat sudah dua kali perpanjangan. Awalnya, berlaku hingga akhir Maret dan diperpanjang hingga Mei.

"Hal ini dilakukan mengingat jumlah korban Covid-19, trendnya terus meningkat. Baik pasien dalam pengawasan maupun terkonfirmasi positif," ungkapnya.

Intinya, tegas Wagub Hadi, masalah Covid-19 bukan tanggungjawab pemerintah dan aparat keamanan semata. Tetapi kewajiban dan tanggungjawab bersama, terlebih masyarakat untuk menghadapinya bahkan memeranginya, hingga wabah penyakit ini bisa hilang dari Kaltim bahkan Indonesia.(yans/ri/umasprovkaltim)

Berita Terkait