Virtual Race, Aplikasi Marathon Indonesia Maju 2020

Foto : Yuvita Indrasari

SAMARINDA - Virus corona (Covid 19) masih mengancam dunia. Hingga hari ini versi Worldometer dilaporkan korban meninggal akibat virus mematikan ini sudah mencapai 2012 orang dan sebanyak 75.227 kasus terdeteksi. Hampir semua negara memasang rambu-rambu waspada.

.

Covid 19 pun berekses pada sejumlah agenda olahraga internasional. Seperti marathon di Jepang dan Hongkong. Kedua agenda marathon itu dibatalkan karena Covid 19. Termasuk juga GP Shanghai China yang akan digelar April mendatang.

.

Marathon Indonesia Maju 2020 yang akan digelar 28 Juni 2020, pun dilanda cemas. Virus ini bisa saja membuyarkan minat para pelari dari berbagai penjuru dunia untuk datang ke Penajam Paser Utara (PPU), lokasi ibu kota Indonesia yang baru. 

.

"Tapi kita gak kehabisan akal. Terus mencari cara agar Marathon Indonesia Maju 2020 tetap meriah dan diikuti para pelari dunia," kata Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (21/2/2020).

.

Salah satu caranya adalah menyiapkan "Virtual Race". Yakni kompetisi marathon yang bisa diikuti para pelari dari seluruh belahan dunia melalui aplikasi yang saat ini sedang dipersiapkan tim kepanitiaan marathon ini.

.

Dengan aplikasi ini para peserta akan bersaing menjadi yang terbaik dan panitia akan mengatur Virtual Race ini dengan sebaik-baiknya. Mulai pendaftaran, pelaksanaan marathon hingga pemberian hadiah kepada para pemenang. 

.

"Hadiah para pemenang akan tetap kita kirim ke penjuru dunia mana pun mereka berada. Dengan begitu, kita harapkan, para pelari dunia akan tetap datang ke Kaltim untuk menikmati sensasi berlari di paru-paru dunia," kata Fadjroel.

.

Inilah persembahan Indonesia bagi dunia. Marathon diperkirakan sepanjang 42 km.  Start dari Kota Penajam peserta akan menikmati keindahan pantai dan hutan mangrove hingga finish di rencana lokasi ibu kota baru Indonesia di sekitar Desa Pemaluan, Sepaku. 

.

Rencananya, di sepanjang rute marathon juga akan ditampilkan berbagai atraksi seni budaya dari 34 provinsi di Indonesia. (sul/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation