Wagub : Mari Saling Memaafkan dengan Ketulusan
Halal Bi Halal Kejaksaan Tinggi Kaltim
 
SAMARINDA-Saat menghadiri Halal Bi Halal di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Senin (19/8),  Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Farid Wadjdy didaulat menjadi penceramah.  Tentu saja, momen ini sedikit berbeda, meski Wagub Farid Wadjdy yang mantan Kakanwil Depag Kaltim itu sudah terbiasa memberikan tausiah-tausiah agama.
Dengan bahasa yang ringan dan santun, Wagub Farid Wadjdy pun menyampaikan  tausiah kepada jajaran pegawai Kejaksaan Tinggi dengan tema menyikapi makna halal bi halal yang biasa dilaksanakan setiap umat muslim setelah menjalani Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.    
“Halal bi halal kerab kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi pasca bulan ramadan. Halal bi halal selalu dilakukan sebagai tradisi umat muslim di Indonesia, termasuk di Kaltim. Lebih spesifik, makna halal bi halal dapat diartikan dengan saling memaafkan. Karena itu, seluruh pegawai kejaksaaan tinggi Kaltim harus mampu memaafkan kesalahan orang lain,” kata Farid Wadjdy di Aula Serbaguna Kejati Kaltim.  
Menurut Farid, saling memaafkan itu harus disertai dengan kesungguhan, ketulusan dan keikhlasan. Sebab tanpa kesungguhan, ketulusan dan keikhlasan, maka saling memaafkan itu memiliki makna apapun.
Diharapkan, dengan saling memamaafkan, seluruh pegawai di lingkungan Kejati Kaltim dapat mencairkan permasalahan yang mungkin sebelumnya beku. Ada curiga atau prasangka buruk.
“Jadi, prasangka tidak baik dan curiga di kalangan pegawai Kejati jangan sampai terjadi. Karena, prasangka tidak baik, dendam dan curiga itu akan mengganggu pekerjaan yang kita lakukan. Nah, momentum hari ini sangat penting,” jelasnya.
Dari sisi moralitas, halal bi halal dapat diartikan sebagai momentum untuk memaafkan kesalahan orang lain. Karena, untuk memaafkan kesalahan orang lain harus memiliki kemampuan dan kemauan yang kuat.  
Karena itu, diharapkan dari momentum halal bi halal dapat membangkitkan semangat seluruh pegawai di lingkungan Kejati Kaltim agar bersemangat dan mau memaafkan kesalahan orang lain.
Selanjutnya, yang terpenting lagi adalah bagaimana mengakui kesalahan sendiri. Menurut dia, ini tentu sangat sulit dilakukan siapa saja. Namun demikian, kemampuan dan kemauan yang kuat untuk mengakui kesalahan sendiri akan jauh lebih baik dari pada tidak mengakui kesalahan yang telah dilakukan.
Sementara itu, Kejati Kaltim Muhammad Salim mengatakan halal bi halal ini diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja bagi seluruh pegawai di lingkungan Kejati Kaltim, sehingga kinerja jajaran Kejati Kaltim lebih baik lagi ke depan.
“Mudah-mudahan apa yang disampaikan Pak Farid Wadjdy dapat memberikan semangat dan kemampuan bagi pegawai Kejati Kaltim untuk lebih baik dalam melaksanakan kinerja sehari-hari,” jelasnya.
Dia berharap halal bi halal ini dapat menjadikan momentum untuk meningkatkan tali silaturrahim antar pegawai di lingkungan Kejati Kaltim, sehingga rasa saling hormat menghormati dapat terjalin dengan baik. (jay/hmsprov)
 
Foto : Usai menyampaikan tausiah halal bi halal, Wagub Farid Wadjdy menerima kenang-kenangan dari Kajati Kaltim, M Salim. (jaya/humasprov)
 
 
Berita Terkait