Wagub: Gelorakan Otsus Kaltim

Penutupan Mubes V PDKT

SAMARINDA-Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengimbau seluruh pengurus Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) 2015-2020 agar terus menggelorakan aspirasi masyarakat Kaltim menuntut otonomi khusus (otsus).

Tuntutan tersebut sangat mendasar, karena masih banyak permasalahan rumit dihadapi daerah ini. Hal itu, karena adanya keterbatasan kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah, sehingga pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi pembangunan Kaltim masih banyak yang tertinggal dibanding di Pulau Jawa dan Sumatera. Meskipun saat ini pembangunan terus digenjot Pemprov Kaltim.

“Karena itulah muncul tuntutan agar Kaltim mendapatkan otonomi khusus seperti yang belakangan ini santer disuarakan oleh masyarakat Kaltim. Kami mengimbau agar PDKT juga turut mengelorakan otonomi khusus,” kata Mukmin Faisyal ketika penutupan Musyarawah Besar (Mubes) V PDKT di Samarinda, Sabtu malam (7/3).

Pemprov Kaltim mendukung penuh otsus. Otsus adalah harga mati namun daerah ini harus berjuang secara konstitusional, tidak boleh anarkis dan tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu pemerintah pusat harus bisa memahami aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat Kaltim.

Sehubungan dengan itu, Pemprov Kaltim berpesan seluruh warga Dayak dan PDKT khususnya, agar menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan dalam memperjuang tuntutan otsus tersebut.

“Kami berharap tuntutan tersebut betul-betul dari masyarakat, khususnya masyarakat Dayak,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Kaltim mengucapkan selamat atas terpilihnya pengurus PDKT periode 2015-2020. Pengurus yang mendapat kepercayaan ini, dapat bekerja dan mengemban amanah organisasi dengan baik, sehingga PDKT akan lebih maju dan mencapai kejayaan.

Kehadiran PDKT yang merupakan wadah berhimpun seluruh komponen etnis Dayak di daerah ini, diharapkan agar ke depan, makin dapat memainkan peranannya secara maksimal, khususnya dalam meningkatkan pembinaan terhadap keluarga besar Dayak maupun hubungannya dengan pemerintah.

”Bersama dengan pemerintah, saya harapkan agar PDKT dan warga Dayak Kaltim pada umumnya, tidak tinggal diam, tetapi senantiasa bangkit bahu-membahu, berperanserta membangun dan mengatasi semua permasalahan yang dialami oleh masyarakat, bangsa dan negara,” jelasnya.

Kepengurusan PDKT yang baru diharapkan makin kokoh dengan memantapkan program kerja, manajemen organisasi dan membekali wawasan pengetahuan serta sumber daya yang baik kepada para pengurus dan anggotanya, baik PDKT Provinsi maupun PDKT di Kabupaten/Kota se-Kaltim.

Hal ini disampaikan Mukmin, karena hingga kini negara ini masih dihadapkan pada persoalan kebangsaan dan kenegaraan yang cukup rumit yang berdampak pada ketidakstabilan perekonomian, bertambahnya jumlah penduduk yang miskin, mengangur, terjadinya konflik sosial di beberapa daerah dan masalah politik serta penegakan hukum yang belum sesuai dengan keinginan masyarakat.

Di sisi lain, secara umum bangsa dan negara ini juga berhadapan dengan kian derasnya terpaan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), munculnya penyakit sosial dan pengaruh globalisasi. Dampak negatif yang dirasakan antara lain terjadinya kenakalan remaja, pergaulan bebas, peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

”Dalam kaitan itulah PDKT, dituntut mampu dan tanggap mencari jalan terbaik agar masyarakat, bangsa dan negara kita pada umumnya, dapat diselamatkan dari berbagai persoalan, krisis moral, ancaman dan bermacam bahaya tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, mantan Ketua PDKT periode 2006-2015 Marthin Billa memberikan penghargaan kepada Pemprov Kaltim yang selalu mendukung organisasi ini. Ke depan, diharapkan pengurus dan anggota PDKT dapat memberikan sumbangsih dalam kemajuan pembangunan di daerah.

“Ke depan pengurus PDKT harus terus meningkatkan dan menjalankan peran dan fungsi organisasi di masyarakat, sehingga organisasi ini banyak memberikan manfaat baik bagi masyarakat, khususnya warga Dayak,” jelasnya.

Ketua PDKT Syaharie Jaang yang diwakili Ketua Harian Marthin Apuy berharap PDKT ke depan bisa menjadi pelayan masyarakat di daerah, terutama masyarakat Dayak. Karena itu, PDKT perlu bimbingan pemerintah maupun senior PDKT dalam menjalankan kiprahnya.

Hasil Mubes V PDKT periode 2015-2020 menetapkan Syaharie Jaang sebagai ketua. Penutupan kemarin juga dirangkai dengan pemukulan gong yang dilakukan Wagub Mukmin Faisyal dan penyematan pin kepada Ketua Harian PDKT Marthin Apuy oleh Ketua PDKT yang lama Marthin Billa. (jay/sul/hmsprov)

//Foto: Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP menghadiri penutupan Mubes PDKT. (jaya/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait
Government Public Relation