Wagub Hadi: Optimis Ekonomi Syariah Tetap Bertahan

Ist

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengatakan menghadapi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda beberapa negara dunia, termasuk Indonesia dan Kaltim khususnya harus optimisme.

"Kita harus tetap optimis. Karena adanya pandemi dan krisis, ketika kita tidak optimis maka masalah itu akan semakin berat," kata Hadi Mulyadi saat membuka Kuliah Umum bertema Siapkah pelaku ekonomi dan keuangan syariah menghadapi krisis ekonomi nasional dan regional, yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul secara virtual, Rabu (30/9).

 

 

Hadi Mulyadi menambahkan pandemi Covid-19 telah berdampak pada pertumbuhan perekonomian yang mengalami stagnan baik ekonomi konvensional maupun ekonomi syariah. Apalagi, dalam 20 tahun terakhir ini Indonesia telah terjadi tiga kali mengalimi krisis (tahun 1998, tahun 2008 dan tahun 2020).

 

 

"Dari ketiga krisis itu, kita melihat ternyata perekonomian syariah bisa bertahan. Ini artinya telah mengakar pada perekonomian UMKM. Dan telah memberikan kemampuan bertahan sampai sekarang," tandasnya.

 

 

Hadi Mulyadi menyakini ekonomi syariah akan mempu bertahan ditengah pendemi Covid-19. Dan itu akan mampu bertahan ketika ada pergerakan perekonomian yang masif.

 

 

"Di satu sisi kita terus berusaha menahan laju penularan Covid-19. Disisi lain, kita harus bertahan secara ekonomi. Dua hal bertentangan. Sebab kalau kita lakukan lockdown, otomatis laju penularan Covid mudah ditekan. Tetapi banyak saudara kita tidak bisa bekerja karena usahanya harus ditutup sementara," paparnya.

Karenanya, pemerintah tidak tinggal diam, diantara strategi yang dilakukan memberikan bantuan bagi pelaku usaha terdampak Covid-19. Jadi tidak secara makro saja tetapi para UMKM juga mendapat perhatian.

 


Hadi Mulyadi menyampaikan dalam konteks pengembangan ekonomi halal yaitu pengembangan dan perluasan produk halal. Pengembangan keuangan syariah, pengembangan dan perluasan dana sosial syariah, serta kegiatan usaha syariah dalam pengembangan UMKM dan usaha lainnya.

Webinar diikuti peserta dari 18 provinsi dan ratusan dosen serta mahasiswa lainnya. (mar/ri/humasprovkaltim)

Berita Terkait