Kalimantan Timur
Wagub Hadi Puji Dukungan Luar Biasa TNI

Foto: rian/humaskaltim

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sangat mengapresiasi kinerja dan sinergi yang dibangun jajaran TNI, khususnya Komando Daerah Militer (Kodam) VI Mulawarman.

 

Menurut Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Hadi Mulyadi, kerja dan sinergi yang dilakukan jajaran Kodam VI Mulawarman merupakan kerja yang luar biasa.

 

Dimana keterlibatan TNI terlihat, sejak bangsa Indonesia juga ratusan negara di dunia sejak Maret tahun lalu dilanda wabah virus corona (Covid-19).

 

Ditambah lagi ujarnya, musibah dan bencana yang silih berganti menimpa berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan.

 

"Terima kasih Pak Pangdam (Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto), saya dengar Bapak baru pulang dari Kalimantan Selatan ya, sudah empat hari di sana," kata Wagub Hadi Mulyadi saat penyaluran Misi Kemanusiaan Paramita Foundation di Buddhist Centre Kaltim (Pusdiklat dan Maha Vihara Sejahtera Maitreya) Jalan DI Panjaitan Samarinda, Kamis (21/1/2021).

 

Kodam VI Mulawarman diakui mantan legislator Karang Paci dan Senayan ini, telah banyak membantu pemerintah dalam berbagai kegiatan pembangunan, termasuk penanganan dan penanggulangan bencana di daerah hingga masalah wabah Covid-19 di daerah.

 

"Inilah kerja luar biasa, dan Pemprov Kaltim serta pemerintah kabupaten dan kota juga masyarakat sangat terbantu," ujarnya lagi.

 

Terkait dukungan penanggulangan, penanganan dan penyaluran bantuan bagi korban bencana di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat, Wagub mengungkapkan pemerintah pasti memerlukan support personel dan perangkat TNI (Kodam VI Mulawarman).

 

"Kami tentu sulit menangani bencana, juga menyalurkan bantuan tanpa dukungan Pak Pangdam beserta seluruh perangkatnya. Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami tentu sangat berterimakasih," ucap Hadi.

 

Sementara Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto mengakui dirinya baru kembali dari Kalimantan Selatan setelah 4 hari berada di wilayah bencana banjir tersebut.

 

"Benar saya sejak awal banjir di Kalimantan Selatan terjadi, begitu mendengar informasi langsung berangkat. Daerah terparah Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tanah Laut dan Kabupaten Banjar Baru ketinggian air hingga 1,5 meter hingga 2 meter," ujarnya.

 

Dijelaskannya, Kodam VI Mulawarman melalui Korem 101 Antasari bersama Polda dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan didukung BPBD  melakukan upaya-upaya penanganan di titik-titik bencana dan korban banjir.

 

"Pada dasarnya, TNI siap membantu dan mendukung pemerintah dalam penanggulangan bencana," ungkapnya.(yans/sdn/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait