Wagub Hadiri Maulid dan Harlah ke-3 Ponpes Darul Qur’an. Habib dari Yaman Kagumi Santri Pidato Bahasa Arab

Wagub H Hadi Mulyadi (depan kanan), (hadri/humasprov kaltim).

HANDIL MUARA JAWA- Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi SSi, MSi menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 Hijriah dan Hari Lahir (Harlah) ke-3 Pondok Pesantren Darul Qur’an Wattarbiyyah Handil 4 Kecamatan Muara Jawa Pesisir, Kutai Kartanegara, Ahad (18/11).

Wagub mengucapkan selamat dan menyatakan gembira dapat hadir di Muara Jawa. Wagub disambut meriah oleh para santri dan warga setempat. Pada peringatan maulid  itu, juga hadir memberikan tausiyah Al Habib Murtadho Bin Thohir dari Yaman.

Pengasuh Ponpes Darul Qur’an Wattarbiyyah KH Zainal Elmi mengatakan, bersyukur menerima kehadiran Wagub Hadi Mulyadi dan meminta dukungan agar Pondok Pesantren yang khusus mengajarkan penghapalan Al Qur’an itu agar pendidikan di ponpes itu dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak, kegiatan pendidikan di ponpes kami Darul Qur’an Wattarbiyyah selama ini sudah berjalan dengan baik,” katanya.

Pada kesempatan itu, ditampilkan dua orang santri penghapal Al Qur’an yang berpidato dalam Bahasa Arab yang mendapat perhatian dari para hadirin, termasuk Al Habib Murtadho yang menyatakan kekagumannya.

Pengasuh Ponpes KH Zainal Elmi menambahkan, ponpes dan masyarakat memohon bantuan untuk perbaikan jalan Muara Jawa yang masih banyak kerusakan. “Insha Allah kita akan segera perbaiki jalan yang rusak agar kendaraan bisa meluncur, orang bisa teguring (tertidur, bahasa Banjar, red) dalam perjalanan,” jawab Wagub Hadi Mulyadi yang disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, dalam tausiyah Al Habib Murtadho mengatakan, Muhammad pembawa Al Qur’am dan merupakan utusan Allah yang sempurna serta menjadi teladan umat Islam.

Selain itu, dia juga mengimbau agar umat islam mempelajari Bahasa Arab agar dapat memahami Al Qur’an dan mengamalkannya sebagai bekal selamat hidup di dunia dan akhirat.

Menurutnya, untuk bisa memahani Al Qur’an dengan baik, maka orang harus belajar Bahasa Arab karena asalnya kitab suci itu diturunkan di Tanah Arab. “Seandainya Al Qur’an itu diturunkan di Indonesia, pastilah juga akan berbahasa Indonesia, dan saya juga akan belajar Bahasa Indonesia. Tapi saya salut dengan santri di ponpes ini, meski masih kecil tapi sudah pandai berbahasa Arab,” katanya. (ina/ri/hmsprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation