Wagub Ingin Katim Tuan Rumah MTQN 2022

Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi pada pertemuan silaturrahmi dengan Kafilah STQN Kaltim. (hadri/humasprov kaltim).

PONTIANAK – Silaturrahmi Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi dengan Kafilah Kalting yang akan mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an Nasional (STQN) XXV di Pontianakm, Kalimantan Barat, Sabtu pagi (29/6/2019) berlangsung dalam suasana gembira dan berkesan. Wagub menyampaikan arahan dan mengusulkan sejumlah masukan.

“Bagaimana kalau Kaltim tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQ) Tingkat Nasional di tahun 2022,” tanya Wagub yang disahut serentak kafilah dengan jawaban siap. Akan tetapi ujarnya, jangan sembarang siap, tapi targetnya adalah juara, kalau bisa juara umum. Prinsipnya jika bisa, Pemprov Kaltim siap mendukung.

Pada pertemuan silaturrahmi yang juga dihadiri Kakanwil Kementerian Agama Kaltim H Sofian Noor, dan Karo Kesra Setdaprov Kaltim H Elto itu, Wagub Hadi mengatakan, Kaltim pernah menjadi tuan rumah MTQN pada tahun 1976, jika masuk dalam perputaran per provinsi, seharusny Kaltim sudah bisa tuan tumah. Untuk dketahui, MTQN digelar seiap dua tahun yang diselingi dengan penyelenggaraan STQN.

Pada pertemuan di ruang Hotel Neo tempat menginap 51 anggota kafilah Kaltim itu, Wagub Hadi juga menyinggung tentang perlunya pengkaderan pelatuh dan mencari bibit-bibit baru para pembaca dan penghafal Al Qur’an. Bahan ada keinginan Wagub untuk mendirikan Al Qur’an Center sebagai pusat pendidikan dan pelatihan serta pusat pengkajian Al Qur’an  yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Mengenai keikutsertaan Kaltim pada STQN XXV Pontianak 27 Juni-5 Juli 2019, Wagub menjanjikan memberi bonus umrah ke Tanah Suci bagi yang berhasil nerebut medali emas, atau juara I sedangkan juara di bawahnya mendapat bonus uang. “Bonus yang tinggi juga perlu untuk mereka yang berprestasi pada ajang lomba keagamaan, jangan cuma olahraga,” tegas Hadi yang kemudian mendaat aplous hadirin.

Pada sesi tanya jawab, Koordinator Pelatih H Agusty Samad mengungkapkan pentingnya membangun sekretariat LPTQ karena sementara ini sering berpindah-pindah antara Kantor Gubernur dangan Kanwil Kementerian Agama. Sementara itu Pelatih qori dan qoriah Hj Qustaniah Said mengusulkan perlunya ada pelatihan yang cukup bagi peserta sebelum diterjunkan pada STQN maupun MTQN.

Di akhir pertemuan silaturrahmi itu, Wagub senpat diminta foto bersama dan berswafoto dengan para Peserta dan anggota Kafilah lainnya. (ri/humaprovkaltim)

Berita Terkait