Wagub Lepas Porseni Guru TK Kaltim ke Tingkat Nasional

Wagub Hadi berselfi ria bersama peserta Kontingen Porseni Guru TK Kaltim. (seno/humasprov kaltim)

Wagub Lepas Porseni Guru TK Kaltim ke Tingkat Nasional, Jaga Nama Baik Daerah dan Junjung Sportivitas 

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi melepas kontingen Pekan Olahraga dan Seni  (Porseni) Guru TK Provinsi Kaltim untuk mengikuti Porseni Guru TK Tingkat Nasional ke-9 tahun 2018 di Jakarta, 1 - 3 Nopember 2018.   

Hadi Mulyadi mengharapkan kepada kontingen Porseni Kaltim agar dapat memanfaatkan ajang silaturahmi antarguru TK serta dapat bertukar pengalaman, sehingga tidak saja dapar menunjukkan prestasi terbaik di masing-masing cabang cabang olahraga yang dilombakan, tetapi juga menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.

"Melalui Porseni Guru TK seluruh  peserta akan berusaha dan berjuang sekuat tenaga untuk dapat tampil sebagai juara, sekaligus jadikan ajang untuk bersilaturahim, mempererat tali persaudaraan dan mengedepankan semangat sportivitas," kata Hadi Mulyadi saat melepas Kontingen Porseni Guru TK Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (30/10).

Porseni Guru TK Tingkat Nasional ke-9 Tahun 2018 lanjut Hadi Mulyadi merupakan salah satu upaya alternatif untuk merajut tali persatuan dan kesatuan segenap komponen bangsa seperti halnya yang terhimpun di dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indoensia (IGTKI)  Provinsi Kaltim. 

"Jadilah duta-duta Kaltim yang dapat mengharumkan nama daerah dengan meraih prestasi sebanyak-banyaknya dengan selalu menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding. Kalau tidak bisa meraih juara satu, minimal masuk lima besar," pesan Hadi Mulyadi. 

Sementara pimpinan rombongan kontingen Porseni Guru TK Kaltim Endang Surya Ningsih dalam laporannya mengatakan kontingen Porseni Kaltim berjumlah 120 orang yang terdiri dari 57 peserta, 63 ofisial pendamping dan pengembira yang berasal dari 7 kabupaten kota se-Kaltim akan mengikuti 12 cabang  seni dan olahraga  yang akan dilombakan.

"Adapun cabang yang dilombakan untuk seni  lain bercerita tanpa alat, sandiwara boneka, mencipta dan menyanyikan lagu anak, musyabaqah tilawatil Quran (MTQ). Kemudian untuk cabang olahraga yaitu senam fantasi, gerak dan lagu, permainan anak ciptaan guru, senam irama dengan alat serta tari kreasi," kata Endang Surya Ningsih. (mar/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation