Wagub Minta Tetap Jaga Kerukunan

Wagub Minta Tetap Jaga Kerukunan

 

SAMARINDA – Dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Kaltim, maka perlu dilakukan antisipasi secara dini berbagai permasalahan dan gejolak sosial yang berpotensi menjadi konflik. Terlebih Provinsi Kaltim dengan 10 kabupaten/kota memiliki berbagai macam etnis yang hidup membaur.

Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengatakan,  selama ini Kaltim sudah sangat kondusif. Oleh karena itu, masyarakat  diminta untuk  tetap menjaga kerukunan hidup dan tetap harmonis. Demikian pula, masyarakat juga diminta agar selalu  waspada  terhadap setiap permasalahan sosial yang mungkin akan memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat.

"Setiap permasalahan sosial yang muncul, jangan disikapi dengan menonjolkan derajat dan kehebatan suatu suku atau agama dengan suku atau agama lainnya. Tetapi hiduplah secara harmonis, rukun, penuh toleransi, gotong-royong dan saling menghormati," kata Mukmin Faisyal di Balikpapan, pekan lalu.

Dikatakan Mukmin, menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) yang rencananya akan digelar pada 9  Desember mendatang, seluruh masyarakat harus  tetap dapat menjaga kekompakan dan kebersamaan. Toleransi  yang selama ini sudah terjalin dan terbangun dengan baik hendaknya selalu dijaga  bahkan ditingkatkan terutama saat-saat menjelang Pemilukada.

"Perbedaan pendapat dan pilihan  tidak harus membuat kita mudah berselisih paham apalagi bertengkar.  Selama ini kita sudah berhasil membangun semangat kebersamaan dan toleransi yang baik. Jika masyarakat  melakukan hal-hal yang kontraproduktif, maka hanya akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi semua pihak," tekan Wagub.

Dia melanjutkan,  dalam negara demokrasi, berdemokrasi itu adalah bagaimana agar masing-masing pihak bisa saling menghargai perbedaan pendapat dan pandangan untuk membangun kebersamaan. Bukan sebaliknya menjadikan perbedaan itu dasar perselisihan dan pertengkaran.

"Selama ini masyarakat Kaltim  telah teruji dan mampu membuktikan penyelenggaraan demokrasi dengan cara-cara yang matang dan dewasa, aman dan damai," kata Mukmin.

Dijelaskan Mukmin bahwa banyak daerah bahkan negara lain yang gagal menerapkan sistem demokrasi dengan baik. Penyebabnya, karena mereka tidak pandai mengendalikan hawa nafsu, mudah berselisih paham hingga akhirnya bertengkar sesama anak bangsa.

"Kita patut bersyukur, tetap semangat mendukung pilihan masing-masing namun tetap menjalin persahabatan. Jangan pernah mudah dipancing berselisih dan bertengkar, tetap solid dan bersatu padu untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan," harap Mukmin. (mar/sul/hmsprov)

////Foto : Wagub Mukmin Faisyal bersama para ulama dan tokoh masyarakat. Antisipasi dini harus dilakukan untuk menghindari konflik yang merugikan masyarakat. (fajar/humasprov)

 

 

Berita Terkait