Wagub Sebutkan 10 Persen Ekspor Walet Kontribusi Kaltim

Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi menyebutkan dari total ekspor sarang walet Indonesia sebesar 141 ton. Ternyata Kaltim telah berkontribusi sekitar 10 persennya.

"Sepuluh persen ekspor walet Indonesia dari Kaltim. Nilai 10 persen dari 141 ton ekspor walet. Itu angka yang luar biasa," kata Hadi Mulyadi baru-baru ini.

Hadi mengungkapkan selama ini para petani walet Kaltim menjual produksinya ke luar daerah. Seperti Surabaya dan Semarang, sehingga yang lebih banyak menikmati niilai ekspor itu pengusaha daerah lain.

Akibatnya, pemerintah daerah tidak dapat pajak ekspornya sementara produksi petani pun dibeli dengan harga murah.

Menurut dia, perlu adanya tata aturan ataupun regulasi yang mengatur tata niaga sarang walet. Khususnya terkait tata kekola atau ekspor sarang walet.

"Sehingga petani walet lebih diuntungkan, sebab harga lebih tinggi dan berdaya saing. Dibalik itu, kegiatannya memberi imbas pertumbuhan ekonomi daerah sebab pemerintah mendapat pajak ekspornya," ujar Hadi.

Selain itu, Hadi sangat berharap ada kegiatan hilirisasi dari kegiatan walet itu. Sehingga, petani dan pelaku usaha di Kaltim menikmati hasil yang sangat menguntungkan.

"Angka 10 persen itu potensi besar. Selayaknya ada kegiatan industri untuk pengolahan sarang walet itu. Sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi dan pajak ekspornya dapat memacu pertumbuhan ekonomi Kaltim," harapnya.

Wagub Hadi sangat berharap penetapan Kaltim sebagai ibu kota negara semakin membuka peluang investasi. Khususnya, investor pada kegiatan sarang walet Benua Etam.(yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait