Wagub Wisuda 877 Santri LPPTKA-BKPRMI

*Farid : Setelah Wisuda, Jangan Berhenti Baca Al Qur’an
 
SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy mengatakan Wisuda Santri ke XXII Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al Qur’an – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA-BKPRMI) Kota Samarinda 2013 memiliki makna yang sangat penting dan strategis. Khususnya dalam upaya meningkatkan pembinaan dan pengembangan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda muslim.


“Apalagi seperti yang dilaporkan, mereka yang diwisuda ini sebanyak 877 orang santri yang semuanya pandai-pandai membaca kitab suci Al Qur’an. Harapan kita, mereka yang diwisuda hari ini, kedepannya dapat menjadi generasi muda muslim yang berkualitas dan berakhlak mulia,” ujar Farid sebelum mewisuda ratusan santri TK/TPA Al Qur’an Kota Samarinda, di Gedung Serbaguna Stadion Madya Sempaja, Ahad (17/2) pagi.


Farid memberikan apresiasi kepada BKPRMI Kota Samarinda yang berhasil melakukan pengajaran baca tulis Al Qur’an sejak dini kepada generasi muda muslim. Menurut dia, tantangan generasi muda Islam yang dihadapi di masa depan akan sangat berat, seiring dengan datangnya pengaruh buruk yang muncul akibat kemajuan zaman, pengaruh budaya asing dan dampak-dampak negatif lain akibat globalisasi.


Untuk itu, lanjut dia, perlu dilakukan upaya-upaya dalam rangka penyelamatan tunas-tunas muda bangsa, khususnya generasi muda umat Islam itu yang dapat dilakukan melalui pengajaran dan pemahaman kitab suci Al Qur’an dari sejak dini.


“Sebagai kitab suci yang menuntun jalan manusia pada keselamatan hidup di dunia dan di akhirat, Al Qur’an harus dikenalkan dari sejak kecil, dibaca, dipelajari, dipahami maknanya dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Farid.


Selain itu, Farid mengingatkan kepada orang tua yang memegang tanggung jawab utama pada lingkungan rumah tangga dan kepada para guru pada lingkungan sekolah. Ia menyebut bimbingan orang tua sejak dini akan membentuk sifat dan karakter anak. Hal yang sama juga dilakukan guru di lingkungan sekolah.


“Apabila anak-anak sudah menerima ajaran agama yang cukup dan mampu membedakan mana yang baik dan buruk, maka anak itu akan tetap menjadi manusia  yang baik, dewasa kelak mereka akan menikmati hasilnya,” urainya.


Kepada para santri TK/TP Al Qur’an, Farid berpesan agar tidak berhenti membaca Al Qur’an setelah diwisuda. Dan akan semakin cinta pada Al Qur’an, rajin membaca, mempelajari dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya diimbangi dengan pemahaman Iptek yang tepat arah dan tepat guna.“Teruslah belajar dan memperbaiki bacaannya, karena dengan terciptanya Generasi Qur’ani yaitu generasi yang mampu menerjemahkan pesan-pesan Al Qur’an dalam pentas kehidupan kekinian dalam rangka mengemban misi rahmatan lil’alamin, di tengah-tengah kemajuan teknologi modern,” pesannya.


Wisuda Santri ke XXII LPPTKA-BKPRMI Kota Samarinda 2013, merupakan kelanjutan dari kegiatan munaqasyah, yakni ujian santri terhadap materi yang telah disepakati sebagai kurikulum TK/TPA nasional dibawah naungan LPPTKA-BKPRMI yang dilaksanakan pada November 2012 lalu.


Materi-materi dalam munaqasyah diantaranya adalah tadarus Al Qur’an, tajwid, tahsinul kitabah, praktek dan bacaan shalat, praktek dan bacaan wudhu, hafalan surat pendek (QS Al A’la sampai QS An Naas), hafalan doa sehari-hari dan hafalan ayat-ayat pilihan.(her/hmsprov).

//Foto: Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy pada acara wisuda santri TK/TPA Al Qur’an Kota Samarinda. (johan/humasprov kaltim).
 

Berita Terkait