Wagub Yakini 82 Persen Calon Ibukota Negara

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengungkapkan sesuai perkataan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Prof Bambang PS Brodjonegoro bahwa 82 persen Kaltim dipastikan menjadi calon Ibukota Negara Republik Indonesia. 

Menurutnya, dari segala sisi lengkap dan pernah dipaparkan saat satu mobil dengan Presiden Joko Widodo. Dimana poin penting yang disampaika adalah provinsi ini selain memiliki keunggulan georafis dan demografis juga unggul dari sisi sosiologis dan sosiokultural. Jika dibanding beberapa provinsi lainnya di Kalimantan. Selain itu, sejak kerajaan Kutai sampai sekarang tidak pernah ada kerusuhan. Itu menjadi poin besar kata Jokowi.

"Saya mengajak Pelaksana Harian Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Prof Ginandjar Kartasasmita untuk berkunjung ke keraton Kutai Kartanegara Disana masih tersimpan gamelan hadiah Keraton Yogyakarta. Itu artinya ratusan tahun yang lalu Yogyakarta dan Kerajaan Kutai telah terjadi hibungan diplomatik yang baik," papar Hadi Mulyadi saat menghadiri pelantikan pengurus PMI Provinsi Kaltim yang dilakukan langsung Ginandjar Kartasasmita, di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltim, Senin (29/7/2019). 

Hadi Mulyadi menambahkan disebarang Sungai Mahakam ada yang namanya Samarinda Seberang. Daerah tersebut merupakan hadiah dari kerajaan Kutai kepada warga Sulawesi Selatan yang merantau. Artinya masyarakat Kaltim terbuka untuk semua agama, suku, ras. Berarti Kaltim siap menjadi ibukota negara.

"Karena jangan khawatir, masyarakat siap menerima Kaltim menjadi  ibukota negara. Insya Allah pada 5 Agustus mendatang, Gubernur Kaltim diundang presiden untuk pemaparan akhir sebagai calon ibukota negara. Pada 16 Agustus, Presiden Jokowi akan menyampaikan keputusan tentang ibukota negara, kita siap menyambut Kaltim sebagai ibukota negara," tegas Hadi Mulyadi.(mar/her/yans/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation