Kalimantan Timur
Wajo Berniat Adopsi Program Kepegawaian Kaltim

Wajo Berniat Adopsi Program Kepegawaian Kaltim

SAMARINDA - Sukses Kaltim meraih BKN Award 2015 sebagai pengelola kepegawaian tingkat provinsi terbaik nasional menjadi perhatian beberapa daerah di Indonesia. Kaltim seolah menjadi kiblat baru pengelolaan kepegawaian di Tanah Air.

Kunjungan terbaru dilakukan rombongan Diklat Kepemimpinan (Dikpim) IV Angkatan 225 Benchmarking Pemerintah Kabupaten Wajo, Rabu (29/7). Target mereka adalah untuk melihat lebih dekat inovasi dan kreatifitas yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim dalam layanan kepegawaian, pengembangan sumber daya manusia aparatur dan terkait perencanaan kepegawaian.

Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robyan Noor saat menerima rombongan dari Kabupaten Wajo tersebut menjelaskan, saat ini BKD Kaltim telah menerapkan sistem kepegawaian dengan electronic government (e-gov). 

Diantaranya Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg) yang bisa diperoleh dalam durasi dua detik untuk biodata pegawai, sistem tamu dengan layanan cukup satu menit, sistem surat juga dengan layanan satu menit, sms gateway, sistem absensi online real time untuk penegakan disiplin dan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK).

"Tentu kami sangat senang, karena dalam beberapa minggu terakhir ini banyak kunjungan dari daerah lain untuk melihat keberhasilan Kaltim. Kami juga harus bisa menularkan hal-hal baik agar dapat mereka implementasikan di daerah masing-masing setelah kunjungan ini," kata Yadi Robyan Noor di sela peninjauan ke beberapa sistem pelayanan kepegawaian di lingkungan BKD Kaltim.

Menurut mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim itu, kehadiran rombongan dari daerah lain itu  akan memberi berkah tersendiri. Paling tidak, selama tiga hingga empat hari mereka akan berada di Kaltim dan tentu saja akan membelanjakan uang mereka di sini.

"Jika SKPD sukses bekerja, maka akan ada multiflier effect bagi daerah. Tiga hingga empat hari dengan rombongan besar tentu  bukan jumlah yang sedikit. Jika setiap SKPD termotivasi untuk lebih sukses, maka berkah lebih besar pasti akan dinikmati masyarakat Kaltim," kata Yadi Robyan Noor.

Sementara itu  Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Wajo, H Amiruddin A, mengaku sangat tepat pilihan mereka untuk belajar ke Kaltim. Pasalnya menurut dia, berbagai inovasi dan kreatifitas BKD Kaltim yang sebelumnya hanya bisa mereka ketahui melalui internet dapat langsung mereka saksikan dan mampu menjadi inspirasi.

Amiruddin menegaskan, mereka mendapat banyak manfaat dari kunjungan ke BKD Kaltim kemarin. Mereka berkesimpulan untuk dapat mengadopsi atau minimal mengadaptasi program-program terbaik BKD Kaltim ini sesuai kemampuan dan kearifan lokal di Wajo.

"Kami sangat tertarik dengan sistem absensi online yang bisa setiap saat dipantau  oleh para pimpinan terkait dari mana pun dan kapanpun dengan biaya yang sangat realistis. Kami juga terkesan dengan sistem pelayanan tamu dan surat menyurat," ungkap Amiruddin.

Amiruddin secara tegas menyebutkan, Kaltim dipilih menjadi target kunjungan karena BKD Kaltim memiliki banyak kreatifitas dan inovasi yang sebelumnya hanya bisa mereka lihat melalui internet (websiste dan pemberitaan media).

Bahkan tidak semua provinsi bisa memiliki assestment center, dan Kaltim sudah memiliki. Kaltim juga sukses menjadi provinsi terbaik di level nasional dalam pengelolaan kepegawaian (BKN Award) yang diserahkan Wapres Jusuf Kalla, beberapa waktu lalu.

"Kami ingin seperti Kaltim. Kalau Kaltim bisa, mengapa Wajo tidak bisa? Saya berpendapat, kunci sukses itu juga akan sangat ditentukan oleh komitmen kuat pemimpinnya. Di Kaltim saya lihat komitmen itu sangat kuat," puji Amiruddin. 

Beberapa waktu sebelumnya, BKD Kaltim juga telah menerima kunjungan BKD maupun DPRD yang membidangi kepegawaian dari berbagai daerah. Diantaranya, BKD Kota Tangerang Selatan, BKD Provinsi Istimewa Yogyakarta, Komisi I DPRD Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Selain itu  Komisi I DPRD PPU dan Berau, BKD Kabupaten Kutai Kartanegara. Sementara dalam beberapa hari ke depan, kunjungan lainnya juga akan datang dari Provinsi Kalimantan Tengah dan Nangro Aceh Darussalam (NAD). (sul/es/adv).

Berita Terkait