Wamen Alue Dohong Bilang, Kaltim Layak Dicontoh


MADRID - Selain menyampaikan paparan pada GCF Task Force Official Side Event COP25 Madrid, Senin sore waktu setempat, Gubernur Isran Noor dan rombongan Kaltim juga melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Dr Alue Dohong. Wamen didampingi Dirjen PPI Ruanda Agung dan Direktur Perhutanan Sosial Erna Rosdiana.

Sementara Gubernur Isran didampingi Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Abu Helmi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ence Ahmad Rafiddin Rizal,  Kepala Dinas ESDM Wahyu Widhi Heranata, Kepala Dinas PUPR Taufik Fauzi, Kepala Biro Umum S Adiyat dan Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor. Ada juga Prof Daddy Ruhiyat dari DDPI Kaltim, Niel Makinuddin dari YKAN-TNC Kaltim dan Stephi Hakim, konsultan FCPF.

Beberapa hal dibicarakan bersama Wamen Alue Dohong. Diantaranya terkait update tentang pelaksanaan FCPF di Kaltim dari target awal 20 juta ton menjadi 30 juta ton.

“Melihat tahapan pelaksanaan FCPF Carbon Fund yang sudah berjalan baik, Wamen Alue Dohong menyarankan agar provinsi lain belajar ke Kaltim,” kata Gubernur Isran Noor usai pertemuan dengan Wamen.

Secara khusus, Wamen Alue Dohong, lanjut Isran mengingatkan Kaltim agar lebih proaktif memanfaatkan potensi pendanaan global saat ini. Salah satunya dukungan kuat untuk pembiayaan dari Pemerintah Norwegia terhadap program lingkungan ini.

Sebagai bagian dari keseriusan Norwegia, rencananya parlemen Norwegia akan melakukan kunjungan ke Kaltim minggu ketiga Januari 2020. Mereka akan bertemu beberapa pejabat dan melakukan field trip ke beberapa lokasi di Kaltim.

“Sebelumnya, Wamen Alue Dohong juga akan ke Kaltim, 17 Desember nanti,” ucap Isran.

Kaltim sendiri menjadi anggota GCF bersama 6 provinsi lain di Indonesia, yakni Aceh, Papua, Papua Barat, Kaltara, Kalbar dan Kalteng. Tujuh provinsi ini “menguasai” sekitar 60 persen hutan Indonesia. Sedangkan anggota GCF di dunia saat ini berjumlah 38 propinsi, termasuk  Pastaza, Ecuador, Roraima, Brazil, Oaxaca dan Meksiko yang diterima sebagai anggota baru GCF pada pertemuan tahunan di Balikpapan, 2017 lalu. (sul/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait