Wamen Bappenas : Kaltim Masa Depan Indonesia
KIPI Maloy Harus Dituntaskan
 
SANGKULIRANG–Wakil Menteri (Wamen) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Lukito Dinarsyah Tuo menegaskan bahwa program prioritas pembangunan ekonomi Kaltim yang dilaksanakan Gubernur Awang Faroek Ishak bersama jajaran Pemprov, khususnya berkaitan dengan pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy harus dilanjutkan dan dituntaskan.
Kaltim dengan berbagai potensi alam yang berlimpah telah memberikan sumbangan besar bagi kemajuan bangsa Indonesia. Sebab itu, maka pengembangan kawasan industri ini sangat layak dilakukan.
“Dibangunnya kawasan ini (KIPI Maloy) menunjukkan betapa besar komitmen Gubernur Awang Faroek untuk kemajuan daerah,” tegas Lukito Dinarsyah, saat melakukan kunjungan ke KIPI Maloy, di Kutai Timur, Senin (19/8).
Diakuinya, berbicara Kaltim maka sangat berkaitan dengan masa depan Indonesia, terutama perkembangan dan pertumbuhan ekonomi kawasan Indonesia bagian timur. Secara umum daerah ini telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan kluster industri.
Lukito yang datang untuk kali kedua di KIPI Maloy ini melihat perkembangan serta perubahan yang sangat signifikan di kawasan ini. Bahkan jika tekad pemerintah daerah yang begitu kuat ini terus mendapat dukungan masyarakat,   maka bukan mustahil kawasan ini kelak akan menjadi pusat perekonomian nasional.
“Tidak salah Bapak Presiden menetapkan Kaltim sebagai target penting dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Kaltim perlu berbangga memiliki pemimpin yang berkomitmen kuat untuk memajukan daerah guna mencapai kesejahteraan rakyat,” puji Lukito.
Ditambahkan, pada dasarnya pemerintah pusat telah menunjukkan komitmennya mendukung program pembangunan daerah yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi nasional khususnya pembangunan dan pengembangan KIPI Maloy dengan kucuran dana APBN.
Sementara itu Wamen Perindustrian Alek Retraubun mengungkapkan program pembangunan dan pengembangan KIPI Maloy di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur sudah memenuhi persyaratan untuk pengembangan kawasan industri nasional.
Menurut Alex, pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian menetapkan agenda kegiatan agar terjadi pertumbuhan ekonomi tersebar tidak saja di luar pulau Jawa. Dari sisi  kewilayahannya, KIPI Maloy yang mengintegrasikan berbagai industri   dengan pelabuhan internasional sudah sangat sesuai dan strategis.
“Selain itu, kementerian menetapkan agenda hilirisasi industrial yang berarti pembangunan kawasan KIPI Maloy yang terpadu dan terintegrasi ini akan mampu meningkatkan nilai ekonomi produk-produk industri turunannya,” ujar Alex.
Pemerintah telah bertekat tidak akan menjual komoditi mentah atau bahan mentah untuk diekspor tetapi harus diproses atau diolah terlebih dulu. Sehingga nilai eknomi yang diperoleh akan semakin besar dan berdaya saing.
“Kami berkeyakinan bahwa tidak ada alasan bagi pusat untuk tidak mendukung penuntasan pembangunan dan pengembangan KIPI Maloy termasuk kawasan kluster industri lainnya di Kaltim. Sehingga daerah ini benar-benar menjadi kawasan ekonomi khusus yang mampu meningkatkan perekonomian Indonesia di masa depan,” tegasnya.
Sedangkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan Pemprov Kaltim didukung pemerintah kabupaten dan kota telah menetapkan tujuh pusat kawasan perkembangan ekonomi daerah sebagai bagian pengembangan program MP3EI.
“Daerah kami telah ditetapkan sebagai kawasan untuk pengembangan program MP3EI dan telah ditetapkan tujuh pusat pengembangan ekonomi yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Kaltim,” jelas Awang Faroek.
Kunjungan Wamen Bappenas Lukito Dinarsyah Tuo dan Wamen Perindustrian Alex Retraubun diikuti beberapa pejabat eselon I di jajaran masing-masing kementerian serta dihadiri para pimpinan SKPD di lingkup Pemprov Kaltim. Sementara dari jajaran Pemkab Kutai Timur Nampak Sekretaris Kabupaten Kutai Timur Ismunandar dan jajaran terkait Pemkab Kutim. (yans/hmsprov)
 
foto: Gubernur Awang Faroek Ishak menjelaskan kepada Wakil Wakil Menteri (Wamen) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Lukito Dinarsyah Tuo dan Wamen Perindustrian Alex Retraubun tentang progress pembangunan KIPI Maloy. Berbagai produk industri turunan hasil pertanian Kaltim akan diolah di kawasan ini. (fajar/humasprov)
 
 
Berita Terkait