Wamen ESDM Puji Awang dan Irianto

PLTA Kayan Mulai Dibangun

TANJUNG SELOR – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan bahwa keamanan adalah faktor kunci keberhasilan pembangunan. Tanpa jaminan keamanan, maka sehebat apapun rencana investasi tidak akan berjalan dengan baik.
“Mau niat bangun apa saja, didukung siapa saja, kalau tidak aman ya percuma juga. Pasti itu. Peresmian PLTA Kayan ini akan menjadi tonggak dan pijakan penting untuk pembangunan Kaltara dan Kaltim bahkan untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan. Sebab itu sangat penting bagi kita untuk terus menjaga situasi aman ini,” kata Wamen Susilo Siswoutomo saat peresmian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan berkapasitas 6.080 megawatt, di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Sabtu lalu.  
Dia mengakui, hingga saat ini rakyat Kaltim dan Kaltara telah menunjukkan bahwa mereka mampu menciptakan iklim yang kondusif aman dan damai. Investasi akan hadir tanpa harus diundang sekalipun, jika suatu daerah dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar sukses menunjukkan kondusifitas daerah mereka.
Wamen melanjutkan, Kaltim dan Kaltara memiliki potensi yang sangat besar. Namun potensi itu tidak akan terkelola dengan maksimal tanpa sinergi yang baik dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
“Apa yang tidak dimiliki Kaltim dan Kaltara? Semua potensi ada di sini. Yang perlu kita maksimalkan sekarang adalah rasa kebersamaan dan selalu berpikir untuk menempatkan kepentingan Negara dan kesejahteraan rakyat sebagai yang nomor satu. Ini yang harus kita kedepankan,” tegasnya.
Wamen memuji langkah Gubernur Awang Faroek Ishak, Pj Gubernur Kaltara yang juga Sekprov Kaltim Irianto Lambrie dan Bupati Bulungan Budiman Arifin yang memiliki pemahaman yang sama tentang rencana membangun pembangkit listrik tenaga air terbesar di Indonesia tersebut dengan memberikan fasilitasi dan kemudahan perijinan untuk pembangunan PLTA memanfaatkan Sungai  Kayan itu.
Bahkan  tanpa ragu dia memberikan pujian kepada Gubernur Awang Faroek dan Pj Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. Menurutnya, jika para gubernur di Indonesia memiliki visi seperti keduanya, dia  yakin dalam waktu dua tahun ke depan income perkapita penduduk Indonesia bisa naik sampai lima kali lipat.
 “Pemimpin daerah itu can maked happen. Pemimpin daerah bisa membuat sesuatu yang diinginkan terjadi. Syaratnya tidak malakin (pungli) dan mau memfasilitasi perijinan dengan mudah. Kalau ijinnya gampang, duitnya pasti sudah ada. Ijin ada, bulldozer datang, lapangan kerja terbuka dan uang akan secara otomatis menggerakkan ekonomi daerah,” bebernya.
Semakin cepat ijin diberikan, maka semakin cepat uang akan mengalir ke daerah. “Lalu siapa penerima manfaatnya? Ya rakyat di daerah,” sambung Wamen.
Apresiasi juga disampaikan kepada masyarakat daerah yang sudah memberikan ijin untuk pembangunan proyek ini. Sebab tanpa partisipasi masyarakat, maka listrik tidak akan mampu mengaliri seluruh wilayah Kaltara dan Kabupaten Bulungan. Padahal kecukupan listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok dan akan menjadi pendorong utama kemajuan ekonomi daerah.
Kepada manajemen PT Kayan Hydro Energy yang akan membangun PLTA bernilai investasi tidak kurang dari Rp200 triliun ini, Wamen berpesan agar selalu melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar lebih peduli.
“Masyarakat yang akan menjaga proyek ini jika mereka dilibatkan. Tapi masyarakat jangan juga terlalu cengeng.  Tidak boleh sedikit-sedikit minta bantuan,” serunya. (sul/hmsprov).

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak didampingi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko menerima plakat dari perusahaan pembangun PLTA Kayan. (samsul/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait