Warga Kaltim Diimbau Waspadai Berbagai Penyakit

Memasuki Musim Hujan  

SAMARINDA -Masyarakat Kaltim dapat mengantisipasi sejumlah penyakit-penyakit bisa menyerang, seiring dengan masuknya musim hujan yang diperkirakan puncaknya pada Januari hingga awal Februari 2014.
"Datangnya musim hujan bisa menjadi faktor menjangkit sejumlah penyakit. Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai, yakni yang disebabkan virus dan bakteri, misalnya  influenza dan diare," kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Hj Rini Sukesi, di Samarinda, Kamis, (5/12).
Penyakit lain yang sering muncul di musim hujan adalah yang disebabkan oleh bakteri dan parasit, terutama pada daerah yang airnya meluap sehingga bakteri dan parasit dari "septic tank" dan kotoran hewan terangkat dan hanyut kemudian mengkontaminasi air, bahan pangan atau menginfeksi langsung manusia  yang berakibat diare, disentri, dan cacingan.
Pada musim hujan juga sering muncul penyakit akibat jamur yang terutama disebabkan akibat kelembaban pada pakaian. Selain penyakit menular, Rini  juga memberikan penekanan pada penyakit tidak menular yang sering memburuk dengan cuaca hujan dan dingin, yakni asma, rhinitis dan penyakit kronik lainnya.
"Perlu diwaspadai penyakit demam berdarah, karena meningkatnya tempat perindukan nyamuk. Di samping itu, pada peralihan musim penghujan lalu kembali panas perlu diwaspadai penyakit demam berdarah akibat tingginya populasi nyamuk demam berdarah pada masa itu karena banyaknya tempat perindukan tadi," ujarnya.
engantisipasi ancaman penyakit tersebut,  perlu tetap dijalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama dalam hal penggunaan air bersih, cuci tangan dengan air bersih dan sabun, penggunaan jamban sehat, pemberantasan jentik di rumah, sekolah, kantor, dan lingkungan sekitar setiap hari maupun jum,at pagi.
"Para ibu balita juga diimbau memberikan asupan makanan buah dan sayur serta  vitamin kepada anak-anak. Pergantian musim  juga rentan penyakit menyerang anak-anak, untuk itu perlu memeriksa kesehatan anak melalui Puskesmas terdekat" ungkapnya.
Dijelaskan, upaya menjalankan pola hidup bersih dan sehat tentunya  sebagai upaya pola  pencegahan penyakit dan penyehatan lingkungan juga mutlak harus dilakukan  semua masyarakat. (sar/hmsprov).

////FOTO : Hj Rini Sukesi
 

Berita Terkait
Government Public Relation