Warga KKSS Sudah Menyatu di Kaltim


 

SAMARINDA - Warga asal Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kaltim telah membuktikan, bahwa mereka bisa bersatu membangun Kaltim.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat, Pemberdayaan Masyarakat dan Pencapaian MDgs, Eddy Kuswadi pada Halal Bihalal Keluarga Besar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim di Samarinda, Kamis (11/8).

Menurut Gubernur, warga KKSS di Kaltim, selain sebagai warga masyarakat biasa juga berkarir di pemerintahan, lembaga legislatif maupun kalangan swasta.

“Bahkan tidak sedikit yang bergerak di dunia usaha sebagai pedagang, petani maupun pelaku usaha lainya,” katanya.

Dia berharap warga KKSS agar meningkatkan terus kepedulian dan partisipasi terhadap pembangunan di daerah.

Sebab, seberapa besar atau kecilnya perhatian, kepedulian dan sumbangsih warga asal Sulsel terhadap pembangunan dan kemajuan daerah, pasti akan sangat besar artinya bagi kemajuan dan kejayaan Kaltim.

Untuk itu ujarnya, warga KKSS di Kaltim tidak tertinggal dan harus menumbuhkan kepedulian dan memberikan partisipasinya terhadap pembangunan.

Disebutkannya penduduk Kaltim di tahun 2016 ini sudah mencapai lebih kurang 3,6  juta jiwa dan sebagian diantaranya terdapat etnis dari Sulawesi Selatan, yakni  Bugis, Makassar dan Toraja.

Potensi demikian lanjutnya, tentu sangat besar dan dapat diandalkan sebagai penunjang sukses pembangunan di berbagai bidang.

“Dengan momentum halal bihalal ini saya imbau agar warga KKSS terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia dan potensi diri masing-masing, sehingga menjadi insan yang berguna agar dapat mengabdikan diri untuk kemajuan masyarakat dan daerah,” harapnya.

Halal bihalal KKSS Kaltim dihadiri keluarga besar KKSS Kaltim, para pejabat instansi pemerintah dan swasta, serta tokoh masyarakat asal Sulawesi Selatan. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait