Wartawan Bertanya, Gubernur Koreksi, Tidak Ada Pabrik Semen di Karst

Gubernur Isran Noor seksama mendengarkan penjelasan sejumlah calon investor yang berminat berinvestasi ke Kaltim. (samsul arifin/humasprov kaltim)

SAMARINDA – Gubernur Isran Noor sempat meluruskan pertanyaan wartawan saat ditanya rencana pembangunan pabrik semen di Kabupaten Berau yang disebut-sebut berada di kawasan karst dan salah satu potensi yang ditawarkan pada Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) di etc Venues St Paul's, 200 Aldersgate London, EC1A 4HD, pekan lalu. 

“Tidak ada pabrik semen yang akan dibangun di kawasan karst. Kalian sering salah itu. Jangan mengada-ada, nanti jadi masalah. Saya tidak pernah menyebut itu,” seru Isran mengoreksi pertanyaan beberapa wartawan yang mencegatnya jelang senja, Selasa (9/7/2019).

Memang benar kata Isran, rencana investasi pabrik semen di Kabupaten Berau itu merupakan salah satu rencana investasi yang dibawa ke negeri Ratu Elisabeth. Namun nampaknya belum ada investor United Kingdom (UK) dan Eropa yang berminat.

Isran melanjutkan, minat investor lebih banyak mengarah ke proyek utama yang ditawarkan yakni pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) di Kabupaten Kutai Timur.

“Perusahaan Spanyol (Basque Trade & Investment) tertarik untuk investasi ke sektor pariwisata di Maratua, Berau dan KEK MBTK di Kutim,” sebut Isran.

Kepada para wartawan yang rutin menunggunya setiap sore jelang pulang kerja itu, Gubernur Isran Noor mengungkapkan bahwa keberangkatannya ke UK untuk memenuhi undangan Bank Indonesia, BKPM dan Kedutaan Besar RI di London untuk melakukan promosi proyek-proyek infrastruktur. Tiga provinsi yang diundang adalah Kaltim, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Memang kata Isran, kegiatan ini bertajuk infrastruktur, namun yang dimaksud meliputi infrastruktur pertanian, ekonomi dan pariwisata.

“Ya mudah-mudahan hasilnya baik, kita tunggu saja. Namanya juga kita yang berharap investasi, berdoa saja mereka segera masuk. Kita sudah sampaikan peluang-peluang yang bisa mereka masuk untuk investasi,” ungkap Isran.

Mereka juga memiliki kemampuan dalam pengadaan mesin peralatan industri produksi yang potensial dikembangkan ke KEK Maloy. Investasi ini sangat sesuai dengan rencana pengembangan Maloy menjadi kawasan industri multiproduk.

Basque Trade & Investment juga mengungkap kemampuan mereka untuk membangun turbin listrik menggunakan tenaga angin. Listrik tenaga angin ini diprediksi sangat cocok dikembangkan di Maloy. 

Perusahaan investasi yang juga membuka kantor di Singapura ini juga disebut memiliki kemampuan untuk mendesain pekerjaan-pekerjaan sipil di beberapa negara.

Dua pekan ke depan, Basque Trade & Investment berencana akan segera berkunjung ke Kaltim. Mereka juga akan menyampaikan informasi seputar potensi Kaltim ini kepada mitra-mitra bisnis mereka. Mereka juga menyebut berapapun besaran dana akan mereka siapkan sepanjang proyek-proyek investasi itu, clean and clear, mudah perizinannya dengan kepastian hukum yang jelas.

Nilai investasi yang ditawarkan Kaltim dalam IIIF di London, UK bernilai US$ 21,8 miliar. Sementara target investasi Kaltim tahun ini ditetapkan sebesar Rp36,5 triliun. (sul/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation