Wartawan Kaltim Ikut Tangani Terorisme

SAMARINDA - Pemprov Kaltim menilai media massa yang ada di Kaltim mampu memberikan yang terbaik dalam keikutsertaannya menangani pemasalahan terkait aksi terorisme melalui peliputan hingga pemuatan berita yang tepat dan akurat.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat, Pemberdayaan Masyarakat dan Pencapaian MDGs, Edi Kuswadi yang mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam acara diseminasi pedoman peliputan terorisme dan peningkatan profesionalisme media massa pers dalam meliput isu-isu terorisme di Hotel Grand Victoria Samarinda pada Kamis (11/8).

Dalam acara yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim, Edi menyampaikan, setiap media massa telah memiliki pedoman pada kode etik wartawan. Namun, khusus terkait dengan peliputan kasus-kasus dan isu-isu terorisme harus ada aturan main dan ketentuan-ketentuan lain yang harus mendapatkan perhatian oleh kalangan wartawan dan media massa.

"Khususnya terkait dengan pedoman liputan terorisme dari dewan pers yang memuat beberapa poin diantaranya tentang keselamatan wartawan saat meliput dan menghindari peliputan keluarga terduga teroris dan pelarangan untuk tidak menyiarkan gambar sadis terkait teroris," katanya.

Media massa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan karena fungsi utamanya adalah turut mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui penyampaian informasi yang positif baik melalui media cetak, elektronik dan online.

"Perlu diketahui, masalah terorisme perlu keterlibatan semua pihak. khususnya kalangan wartawan. Kami berharap wartawan dapat makin profesional dan dapat membantu upaya pecegahan agar terorisme tidak semakin tumbuh dan berkembang," (rus/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation