Waskita Bangun Pabrik Beton Precast

Gubernur Awang Faroek saat berada di kawasan pabrik beton precast PT Waskita Karya di uluminung.(yuvita/humasprov kaltim)

PENAJAM – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengapresiasi pihak PT Waskita Karya salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak di bidang konstruksi bangunan. Apresiasi disampaikan Gubernur terkait pembangunan pabrik beton precast PT Waskita Beton Precast di Kawasan Industri Buluminung Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). “Kegiatan yang dilakukan PT Waskita Karya saat ini menunjukkan kesungguhan BUMN ini untuk membangun Kaltim. Kami sangat apresiasi,” katanya.

Menurut dia, pembangunan pabrik ini memberikan sekaligus menambah keyakinan semua pihak terutama masyarakat Kaltim akan terwujudnya pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan-Penajam. Apalagi lanjutnya, pembangunan proyek konektifitas ini diprediksi akan menelan biaya (nilai konstruksi) mencapai Rp12,6 triliun atau total nilai proyek keseluruhan sebesar Rp16,9 triliun. “Tentu diperlukan kesungguhan dan pola pengerjaan yang profesional. Kita semua tahu BUMN ini sudah berpengalaman membangun konstruksi jalan maupun jembatan,” tegasnya.

Awang menambahkan proyek jembatan  tol ini memerlukan dukungan semua pihak baik pemerintah maupun lembaga legislatif terlebih masyarakat. Direktur Lapangan PT Waskita Beton Precast Tbk Ahmadi mengemukakan pabrik beton precast di Buluminung merupakan pabrik beton precast pertama di luar Pulau Jawa dan terbesar ketiga di Indonesia. “Kawasan area pabrik seluas 11 hektar untuk pancang, squarefield, gerder dan readymix (beton siap pakai) untuk penunjang proyek jembatan tol Teluk Balikpapan-Penajam,” ujar Ahmadi.

Dijelaskan target Juni untuk produk readymix sudah selesai sedangkan produk-produk lainnya dipatok sudah bisa diproduksi pada pertengahan 2019 sesuai kebutuhan proyek. Sekarang ini sedang menunggu hasil final desain bangunan pabrik yang sedang dibahas manajemen dan kondisi kegiatan atau progress pembangunan pabrik baru mencapai 22 persen. “Investasi pembangunan pabrik mencapai triliun rupiah. Alat-alat kita import semua sehingga akhir tahun (Desember) sudah mulai erection untuk mesin-mesin produksi,” jelasnya. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation