Wawancara Terkait IKN, Gubernur Sebut Harus Bisa Bahasa Melayu

Wawancara Terkait IKN, Gubernur Sebut Harus Bisa Bahasa Melayu

SAMARINDA - Setelah menghadiri Puncak Peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum ke 74. Mengawali kerja Selasa pagi (3/12/2019), Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor melayani wawancara wartawan media asing, Mediacorp TV Channel News Asia Singapore, dipandu Senior Producer Current Affairs News Group Ikhwan Andrian Rivai.

Secara umum media ini menanyakan kesiapan Kaltim setelah ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi calon ibu kota negara (IKN) baru.

Gubernur menegaskan pemerintah daerah dan masyarakat Kaltim sangat siap, gembira dan bersyukur atas kepercayaan tersebut. Tentunya, bangsa Indonesia juga gembira atas keputusan ini.

"Alhamdulillah Kaltim yang akhirnya dipilih. Siapa pun dipilih presiden, Kaltim akan beri dukungan penuh," ucap gubernur.

Hal menarik yang menjadi canda Gubernur Isran ketika menerima Ikhwan Andrian Rivai dan tim TV Channel News Asia Singapore. Dimana Gubernur bertanya balik kepada Ikhwan sudah berapa lama di Malaysia. Jika sudah lama, lanjut Isran, seharusnya bisa Bahasa Melayu. "Seharusnya bisa Bahasa Melayu kamu. Sudah berapa lama di Malaysia," tanya Isran sembari tertawa lepas.

Yang pasti, tegas Isran, masyarakat Kaltim sangat terbuka dan bergembira terkait rencana ibu kota negara ini.

"Bagus atau tidak adanya pemindahan ibukota. Bukan saya. Tapi masyarakat Indonesia. Karena Kaltim di tengah-tengah Indonesia. Masyarakat semua happy. Yang jelas masyarakat merasa bangga," jelasnya. (jay/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait