Wisatwan Singapura Terbanyak Kunjungi Kaltim

SAMARINDA – Wisatawan yang mengunjungi Kaltim berdasarkan asal negara sejak tahun 2008 hingga 2012 terbanyak dari Singapura sebanyak 1,5 juta orang sedangkan dari Eropa sebanyak 7.000 dan dari Amerika Serikat  telah mencapai 200 orang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim, H. M Aswin, Senin (23/12) mengatakan memang terjadi trend kenaikan kunjungan wisatawan ke Kaltim sejak 2008 hingga 2012, ini disebabkan banyaknya kegiatan pariwisata, seni dan budaya yang diadakan di kabupaten/kota di Kaltim.
“Banyak pintu masuk yang ada di Kaltim tetapi data pencatatan ini hanya dilakukan di Bandara Sepinggan Balikpapan saja. Tidak termasuk pintu masuk dari Bandara Juata Tarakan atau pelabuhan laut di Nunukan,” jelasnya.
Untuk itu, nantinya pihaknya akan terus melakukan pencatatan kunjungan wisatawan ini lebih cermat, dan di berbagai pintu masuk menuju Kaltim.
Sementara itu, wisatawan yang paling banyak mengeluarkan uang di Kaltim adalah wisatawan dari Pakistan yaitu sejumlah US 600 dolar per kunjungan dan terendah adalah wisatawan dari Singapura sebesar US 200 dolar.
“Tetapi bedanya, wisatawan Singapura jumlah yang datang ke Kaltim sejak 2008 sebanyak 1,5 juta orang sedangkan Pakistan hanya sebagian kecil saja,” jelasnya.
Saat ini pihaknya tengah menyusun agenda tahunan (calender of event) kegiatan pariwisata di seluruh Kaltim. Diharapkan dengan agenda yang tetap jadwal pelaksanaannya akan lebih meningkatkan kunjungan wisatawan.
Beberapa agenda tetap diantaranya, Erau Kota Tenggarong Kutai Kartanegara, Festival Kemilau Seni Budaya Etam dan  Festival Mahakam di Samarinda, Festival Derawan di Kabupaten Berau.
“Kita berharap kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara dapat terus naik seiring dengan selesainya pembangunan beberapa bandara di Kaltim seperti perluasan bandara Sepinggan, Kalimarau di Berau dan pembangunan bandara di Samarinda,” ujarnya.(yul/hmsprov)

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada acara adat erau di Museum Mulawarman Tenggarong. Kepariwisataan di daerah ini mendapat perhatian mancanegara. (dok/humasrov kaltim).


 

Berita Terkait