Wujudkan Dua Juta Ekor Sapi di Kaltim dan Kaltara

Rembuk Ketahanan Pangan

 SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan Pemprov Kaltim memandang perlu untuk memenuhi keperluan daging sapi, dengan melakukan langkah terobosan, yaitu memprogramkan dua juta ekor sapi.

Menurut dia, perwujudannya antara perpaduan pengembangan perkebunan sawit yang diharapkan dapat mengumbang tiga perempat dari jumlah target, sedangkan seperempat sisanya adalah melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), APBN, APBD provinsi dan kabupaten/kota,  BRI, BNI dan Bankaltim.

“Kita akan susun rencana aksi bersama. Tadikan sudah jelas tanggung jawab pemerintah dimana, tanggung jawab dunia usaha dimana. Khususnya perkebunan sawit setiap hektarnya harus ada tiga ekor sapi. Bayangkan jika satu juta hektare, berarti sudah tiga juta ekor sapi kan. Katakanlah hanya 50 persen yang terlaksana, maka sudah 1,5 juta ekor sapi,” ungkap Awang Faroek disela Rembuk Ketahanan Pangan, Selasa (28/1).

Jumlah itu, sebut dia, belum ditambah dengan APBN/APBD provinsi sebanyak 200 ribu ekor sapi, APBD kabupaten/kota (150 ribu ekor sapi), program Bankaltim (250 ribu ekor sapi), program BRI (150 ribu ekor sapi) dan perusahaan tambang (250 ribu ekor sapi). “Saya berharap langkah ini segera terealisasi pada 2014 dan seterusnya,” ucapnya.

Guna memenui target tersebut, Awang Faroek mengatakan akan dilakukan melalui pengadaan bibit sapi. Karena, lanjut dia, pemenuhan bibit sapi tidak bisa dilakukan melalui bibit lokal ataupun dari daerah lain di Indonesia, melainkan perlu mendatangkan bibit sapi dari luar negeri.

“Kita mengadakan dan itu semua dilaksanakan bersama-sama dengan semua kekuatan tadi yang telah berkomitmen. Makanya kita mengundang Dirjen Peternakan, karena tidak bisa dari Kaltim sendiri yang melaksanakan. Harus dibantu dari pusat. Harus dibantu dari luar negeri. Sudah ada tawaran dari Brasil, India dan Australia untuk melakukan impor bibit dari ketiga negera tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan H Dadang Sudarya mengatakan ada beberapa isu strategis pengembangan peternakan dua juta ekor sapi di Kaltim dan Kaltara, diantaranya komitmen dan dukungan penuh dari Gubernur Kaltim untuk menjadikan Kaltim dan Kaltara sebagai sumber ternak sapi (produsen ternak sapi) dan membebaskan diri dari hanya sekedar konsumen potensial.

“Kita juga berusaha mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, terutama lahan dan sumber pakan lokal untuk pengembangan peternakan sapi melalui pola berbasis agribisnis peternakan, integrasi dengan tanaman pangan (food estate), integrasi dengan perkebunan (sapi-sawit), pemanfaatan lahan eks tambang (green mining),” kata Dadang. (her/hmsprov).

Foto: Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak bersama sejumlah Kepala SKPD menandatangani berita acara komitmen bersama untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kaltim dan Kaltara. (johan/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation