Wujudkan Kaltim Sebagai Produsen Komoditas Peternakan

Potensi Peternakan Kaltim Terbuka Lebar

 

Program dua juta ekor sapi merupakan program strategis dan  sangat terkait dengan pembangunan kedaulatan pangan (termasuk pangan asal ternak) untuk mewujudkan Kaltim sebagai salah satu daerah produsen komoditas peternakan nasional.

Kunci utama pembangunan dan pengembangan peternakan adalah bagaimana mendorong dan menggerakkan serta mensinergikan sejumlah pihak terkait yang meliputi jajaran akademisi, bisnismen (swasta) dan government (pemerintah) atau ABG.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP pada  peringatan Bulan Bhakti Peternakan 2014 di Halaman Kantor Dinas Peternakan Kaltim, beberapa waktu lalu.

Menurut  Mukmin, kerjasama berbagai pihak terutama dalam pendanaan baik melalui pusat berupa APBN, pemerintah daerah (provinsi, kabupaten dan kota) melalui APBD serta  lembaga perbankan, pihak swasta (investor), perusahan pertambangan dan kelapa sawit.

Analisa potensi ternak Kaltim dapat menampung ruminansia besar dan  kecil sekitar 2,283 juta satuan ternak atau 3,538 juta terdiri sapi, kerbau kambing dan domba. Sementara data 2013 menunjukkan populasi sapi di Kaltim (termasuk Kaltara) mencapai 114.735 ekor.

“Pengembangan peternakan sapi dapat dilakukan melalui pola berbasis agribisnis peternakan integrasi dengan tanaman pangan (food estate), integrasi dengan perkebunan (sapi-sawit) serta pemanfaatan lahan eks tambang (green mining),” ujar Mukmin Faisyal.

Mewujudkan sasaran pengembangan dua juta ekor sapi  pada 2018, maka sasaran populasi akhir 2014 adalah 236.654 ekor. “Karena itu masih sangat-sangat diperlukan upaya peningkatan populasi dan kerja keras kita semua untuk mewujudkan target tersebut,” harap Wagub.

Mukmin menghargai peran perusahaan melalui program CSR (corporate social responsibility). Misalnya, pengembangan integrasi sapi sawit, integrasi sapi tanaman coklat, integrasi sapi dengan pertanian dan tanaman pangan serta integrasi sapi eks tambang batu bara.

Wagub menyebutkan Bankaltim melalui kredit Ternak Sejahtera sejak 2010-2014 ini telah menyalurkan kepada 578 nasabah, dengan  kredit  mencapai Rp50,243 miliar untuk debitur perorangan atau kelompok usaha bidang peternakan di daerah ini.

“Saya harapkan kesempatan usaha yang diberikan pemerintah melalui dukungan perbankan (BPD Bankaltim) dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sehingga mampu bersaing di era global atau menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015,” ungkap Mukmin Faisyal.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan Kaltim,  H Dadang Sudarya menyebutkan di Kaltim terdapat 1.250 unit usaha peternakan dengan jumlah tenaga kerja 5.307 orang dan investasi swasta mencapai Rp152,135 miliar dengan berbagai jenis usaha.

“Usaha peternakan yang paling banyak digeluti pengusaha adalah peternakan ayam pedaging yang dipacu dengan adanya investasi dibidang pembibitan (breeding farm) yang didukung beberapa poultry shop,” ujar Dadang Sudarya.

Dia mengatakan Bulan Bhakti Peternakan 2014 menjadi awal kebersamaan seluruh stakeholder pembangunan peternakan dan pengusaha serta masyarakat peternakan yang harus terus dibangkitkan dan dibangun sinergis dan berkesinambungan.

Dalam peringatan Bulan Bhakti Peternakan 2014, Wagub juga menyerahkan bibit Hijauan Pakan Ternak (HMT) kepada kelompok peternak dan menyerakan hadiah lomba festival masakan berbahan dasar daging sapi.

Selain itu, juga melakukan vaksin rabies  pada kucing serta menyaksikan penandatangan kerjasama (MoU) Pemprov Kaltim dengan perusahaan tambang batubara PT Kitadin, PT Jembayan Muarabara Group dan PT Trubindo Coal Mining. (tim humas).

///FOTO : Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP memberi suntikan vaksin rabies pada kucing saat menghadiri Bulan Bhakti Perternakan.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation