Wujudkan Ketahanan Pangan Pacu Diversifikasi Pangan
SAMARINDA – Gubernur Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa Kaltim memiliki potensi besar untuk pengembangan sektor pertanian khususnya tanaman pangan. Karenanya, guna mewujudkan ketahanan pangan maka pemerinath daerah harus memacu pola penganekaragaman (diversifikasi) konsumsi pangan.
“Tongkat dan kayu jadi tanaman. Syair lagu itu sangat cocok untuk mengungkapkan kondisi alam dan potensi Kaltim. Kita berupaya mewujudkan ketahanan pangan maka salah satu upaya adalah memacu diversifikasi pangan masyarakat,” kata Awang Faroek pada Rapat Dewan Ketahanan Pangan Kaltim, Kamis (25/7).
Menurut dia, pemerintah daerah baik bupati maupun walikota harus mampu memotivasi serta memberikan dorongan bagi pengembangan pertanian tanaman pangan kepada para pelaku utama dan pelaku usaha di daerahnya.
Sebab, hingga saat ini ketergantungan konsumsi masyarakat masih sangat tinggi untuk komoditi beras dan terigu. Padahal, sudah jelas komoditi tersebut pemerintah harus mendatangkan dari luar daerah bahkan luar negeri.
Sementara itu, Kaltim terdiri dari beberapa kabupaten dan kota memiliki berbagai keunggulan komparatif. Maka, para kepala daerah harus mengetahui keunggulan-keunggulan daerah untuk dikembangkan guna mengurangi ketergantungan komoditi impor.
“Kebijakan konsumsi pangan adalah menurunkan konsumsi beras dan terigu. Sebaliknya, memacu penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat berupa pangan hewani, kacang-kacangan, sayuran serta buah dan umbi-umbian,” jelasnya.
Diakui, subsidi untuk beras dan terigu sangat tinggi karena harus diimpor dan kondisi ini mampu menyedot keuangan Negara.  Karenanya, diversifikasi pangan akan mampu mengurangi kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap beras dan terigu.
“Saya yakin dengan ditetapkannya program pertanian dalam arti luas sebagai program prioritas pembangunan daerah serta dukungan penuh para kepala daerah, maka ketahanan dan kemandirian pangan dapat diwujudkan,” ungkap Awang Faroek. (yans/hmsprov)
 
//Foto:  Gubernur Dr H Awang Faroek Ishak memberikan arahan pada Rapat Dewan Ketahanan Pangan Kaltim. (dok/humasprov kaltim).
 
 
Berita Terkait