Wujudkan Kota Layak Anak

SAMARINDA - Pemprov Kaltim akan mengambil inisiatif untuk menertibkan anak-anak penjual koran di persimpangan jalan. Penertiban ini akan dilakukan karena menjual koran di jalanan bisa dinilai mempekerjakan anak. Langkah tegas ini harus dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk menyukseskan terwujudnya Kota Layak Anak dan mengurangi jumlah anak usia sekolah yang bekerja di jalanan.   
Siapa saja yang mempekerjakan anak termasuk menjual koran akan diberi sanksi. Baik orang tua maupun perusahaan yang mempekerjakan anak-anak itu. Hingga saat ini penjual koran di persimpangan jalan masih didominasi anak-anak.
“Selain menertibkan anak jalanan, gelandangan pengemis dan pengamen, kami juga akan menertibkan anak-anak yang berjualan koran di persimpangan jalan. Tetapi, tentu bekerjasama dengan masing-masing instansi terkait di lingkungan Pemprov Kaltim maupun kabupaten/kota, sehingga penertiban tersebut tidak memberikan dampak penurunan penjualan koran. Karena tujuan penertiban ini adalah untuk menyelamatkan anak-anak kita,” kata Kepala Dinas Sosial Kaltim Siti Rusmalia Idrus di Samarinda, Ahad (8/5).
Penertiban akan dikordinasikan dengan semua pihak, termasuk perusahaan koran, sehingga tidak bertolak belakang dengan keinginan pemerintah agar tidak ada lagi anak-anak yang bekerja di jalanan, termasuk menjual koran.
Melalui penertiban tersebut diharapkan ada solusi lain untuk lokasi khusus penjualan koran yang tidak perlu dilakukan di persimpangan jalan, sehingga tidak mengganggu ketertiban umum. Tetapi tetap tidak mempekerjakan anak. Penanganan tersebut diharapkan dapat dilaksanakan tahun ini.
“Kita ingin sama-sama berbuat untuk mendukung pertumbuhan anak-anak agar tidak menjadi pekerja di jalanan. Pemerintah sudah berupaya memberikan dukungan, melalui program beasiswa dan Wajib Belajar 12 Tahun yang telah dilaksanakan selama kepemimpinan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, sehingga diharapkan ini dapat dipahami bersama,” jelasnya. (jay/sul/humasprov

Berita Terkait
Government Public Relation