Wujudkan Satu Desa Satu PAUD

Kaltim Komit Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Pemprov Kaltim dibawah kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak berkomitmen untuk memprioritaskan sektor pendidikan. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan berbagai program dan terobosan yang dilaksanakan untuk peningkatan kualitas pendidikan.

Dalam beberapa tahun terakhir sektor pendidikan mendapatkan alokasi anggaran mencapai 20 persen dari APBD Kaltim. Disamping itu, Awang Faroek yang dikenal sebagai gubernur pendidikan juga berkomitmen untuk tidak membedakan antara pendidikan formal dan non formal.

Pendidikan non formal dan informal, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sejumlah program dilakukan untuk mencapai angka partisipasi kasar (APK) PAUD 75 persen pada 2015, yang merupakan target nasional. Sedangkan kondisi pada 2013, APK PAUD Kaltim berada di posisi 58 persen.

Pemprov telah mencanangkan program “Satu Desa Satu PAUD”. Dengan maksud, seluruh desa di Kaltim memiliki PAUD, sehingga anak-anak usia dini sudah mendapatkan pendidikan  cukup sebelum menginjak ke sekolah dasar.

PAUD menjadi perhatian serius, mengingat pendidikan menjadi aset penting dalam membangun karakter dan mental demi mencapai kemajuan sebuah bangsa. PAUD juga merupakan landasan awal bagi anak untuk menempuh pendidikan lebih lanjut, sehingga kualitas usia dini dapat dijadikan pendorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa depan.

Saat ini hampir semua desa di Kaltim telah memiliki PAUD, bahkan untuk wilayah Samarinda, Balikpapan dan Bontang untuk tingkat Rukun Tetangga (RT) sudah memiliki PAUD. Namun, yang perlu diantisipasi adalah di wilayah kabupaten yang memiliki cakupan wilayah luas dan kondisi geografis berbeda dengan perkotaan, misalnya Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Mengatasi hal itu, Dinas Pendidikan Kaltim melaksanakan program integrasi PAUD dengan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap desa maupun kelurahan sehingga target satu desa/kelurahan terdapat satu PAUD akan tercapai. Tidak hanya itu, integrasi juga dilakukan dengan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA).

Pengintegrasian PAUD-Posyandu merupakan upaya pembinaan terhadap tumbuh kembang anak secara efektif dan efisien. Apalagi Posyandu ada di setiap desa, sehingga untuk mengatasi kendala pengembangan PAUD yang berkaitan dengan keterbatasan sarana dan prasarana penunjang seperti gedung sudah tersedia di Posyandu.

Melalui program integrasi tersebut diharapkan dapat mempermudah pencapaian target karena PAUD yang digabung dengan Posyandu akan lebih mendekatkan masyarakat dengan lembaga pendidikan non formal tersebut.

Memenuhi kekurangan sarana dan prasarana, PAUD juga mendapatkan alokasi anggaran dari APBN, serta hibah dan bantuan sosial dari APBD Kaltim. Sementara itu, dari sisi tenaga pendidik, Pemprov melalui Dinas Pendidikan terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik (tutor) PAUD. Karena, dari jumlah tutor PAUD sekitar 15.000 orang, kompetensi tutor PAUD saat ini masih banyak lulusan SMA atau setingkat Paket C

Kondisi geografis Kaltim yang unik juga menjadikan penyebaran tutor PAUD tidak merata, untuk mengantisipasi hal tersebut pada 2013 sudah memberikan beasiswa kepada sekitar 1.000 tutor PAUD. Melalui kerjasama dengan Unmul, STAIN Samarinda dan Universitas Terbuka.

Sedangkan pada 2014, melalui bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Kaltim akan dilanjutkan dengan memberikan beasiswa S1 kepada sekitar 450 orang tutor PAUD dan beasiswa S2 untuk sekitar 50 nara sumber (praktisi) pendidikan di bidang PAUD. Selain itu, juga dilakukan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi 360 guru atau pendidik dan pengelola PAUD tingkat dasar.

Pemberian beasiswa diharapkan tidak hanya dari provinsi, melainkan dari kabupaten/kota. Disamping juga Dinas Pendidikan kabupaten/kota wajib mengalokasikan anggaran untuk diklat tutor PAUD.

Dinas Pendidikan Kaltim juga telah melakukan penandatangan kerjasama dengan mitra keaksaraan dan mitra PAUD, diantaranya Tim Penggerak PKK Kaltim, Muslimat NU, IGTKI, GOPTKI, Himpaudi, Aisiyah, Forum Komunikasi Tutor Keaksaraaan Fungisonal, Forum Komunikasi PKBM, Forum TBM dan lainnya. Kerjasama itu terkait tentang gerakan nasional pemberantasan buta aksara dan perluasan layanan PAUD.

Sebagai informasi, jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, non formal dan informal. Untuk pendidikan formal diantaranya Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Perguruan Tinggi. Sedangkan pendidikan non formal diantaranya PAUD, lembaga kursus, PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan TBM (Taman Bacaan Masyarakat).

PAUD, terdiri dari beberapa jenis pendidikan, diantaranya Taman Kanak-Kanak (TK), kelompok bermain (play group), tempat penitipan anak, dan SPS (Satuan PAUD Sejenis). (tim humas).

///FOTO : Gubernur Awang Faroek Ishak bersama murid PAUD.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation