Yudi Yitno : Kaltim Lebih Siap

 BKD terus lakukan simulasi tes CPNS menggunakan CAT

SAMARINDA-Kepala Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Banjarmasin Drs Yudi Yitno MA, memuji Kaltim yang dinilainya sudah sangat siap melaksanakan tes pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2014 menggunakan metode computer assist test (CAT).  Dibanding daerah lain di Pulau Kalimantan, Kaltim yang sudah terus memberikan kesempatan simulasi kepada para calon pelamar dinilainya jauh lebih siap.

"Kaltim adalah contoh yang bagus. Simulasi ini sangat penting untuk persiapan penyelenggaraan pola baru tes CPNS menggunakan metode CAT. Simulasi ini sangat bermanfaat bagi para pelamar dan baik pula bagi panitia seleksi. Sebab setiap potensi masalah sudah bisa diantisipasi sejak dilakukan simulasi," puji Yudi Yitno, usai menyaksikan proses simulasi yang kembali digelar oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Kamis (2/10).

Menurut Yudi Yitno, semakin sering simulasi dilakukan, maka kemampuan para pelamar pasti akan semakin baik. Sebab setidaknya, mereka sudah terbiasa menggunakan metode tes berbasis komputer ini. Para pelamar tinggal mengasah kemampuan untuk mengisi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diujikan.

Dalam pengamatannya, Kaltim adalah provinsi yang sangat intens melakukan simulasi. Di Provinsi Kalimantan Selatan, bahkan simulasi belum dilakukan karena ketidaksiapan panitia terkait fasilitas komputer untuk penerapan metode CAT. 

"Pelamar yang sudah terbiasa menggunakan simulasi CAT akan lebih fokus mengerjakan soal. Sementara mereka yang tidak terbiasa menggunakan pola CAT, fokusnya akan terpecah. Mereka harus fokus bagaimana menggunakan komputernya dan bagaimana menjawab soal-soalnya," sebut Yudi.   

Terkait kapasitas 100 komputer yang disiapkan untuk tes pengadaan CPNS 2014 Pemprov Kaltim yang jumlah pelamarnya mencapai 7.582 orang, Yudi Yitno mengatakan tidak ada masalah. Terpenting menurut dia adalah bagaimana panitia seleksi mampu mengoptimalkan kapasitas terpasang dengan jumlah peserta. Peluang yang mungkin dimaksimalkan adalah dengan menerapkan 5 sesi tes setiap harinya dengan masing-masing diperlukan waktu tidak kurang dari 90 menit.

"Yang terpenting adalah optimalisasi pemanfaatan. Dari 100 komputer mungkin akan digunakan 90 unit. Cadangan harus tetap disiapkan, agar jika terjadi masalah antisipasi sudah dilakukan. Peserta bisa dipindahkan ke komputer cadangan yang sudah disiapkan tanpa mengubah nilai yang sudah dia peroleh," kata Yudi.

Di tempat yang sama, Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robyan Noor menjelaskan, dari sekitar 7.582 pelamar saat ini sedang dilakukan proses seleksi berkas dan hingga kemarin sekitar 5.000 pelamar telah dinyatakan lulus atau memenuhi syarat (MS).

Diinformasikannya, seleksi berkas saat ini sudah mencapai 90 persen. Minggu pertama Oktober ditargetkan semua berkas sudah bisa diselesaikan. Pelamar yang MS atau berhak untuk mengikuti tes akan diumumkan melalui website resmi BKD dan panitia seleksi dan dikirim berkasnya melalui Kantor Pos. 

"Para pelamar tidak perlu panik.  Jika mereka sudah melaksanakan  sesuai dengan aturan dan mengikuti petunjuk-petunjuk yang sudah kita umumkan, maka tidak ada alasan panitia seleksi untuk menolak, kecuali mereka memang tidak lolos seleksi berkas atau tidak memenuhi syarat (TMS)," ungkap Roby.

Roby menambahkan, tes CPNS Kaltim diperkirakan baru akan dilakukan pada akhir Oktober, menunggu penjadualan resmi dari panitia seleksi nasional (Panselnas).

"Siapa yang MS dan siapa yang TMS, nanti akan terlihat di website. Bagi mereka yang TMS, akan diberikan kesempatan tahun depan. Berkas diterima sesuai stempel pos," tegas Roby.

Sementara mengenai simulasi yang sudah dilakukan kepada tidak kurang 3.000 pelamar, Roby menjelaskan bahwa simulasi-simulasi itu dilakukan dengan tujuan untuk memperkuat kapasitas putra daerah agar lebih siap menggunakan metode CAT.

Penguatan kapasitas putra daerah itu dilakukan dengan cara-cara yang cerdas, yakni membiasakan mereka menggunakan pola CAT, sebelum pelaksanaan tes CPNS sesungguhnya yang diperkirakan digelar akhir Oktober 2014 mendatang.

"Peserta simulasi juga bukan pelamar untuk Pemprov Kaltim, tetapi juga untuk kabupaten/kota di Kaltim. Saya pikir ini sangat baik untuk mereka," ujar Roby.

Memanfaatkan Gedung Assessment Centre yang menjadi tempat yang sangat representatif untuk simulasi CAT, kerjasama juga telah dan akan dilakukan BKD Kaltim dengan instansi vertikal.

Selasa lalu, tes pengadaan CPNS untuk Perwakilan BKKBN Kaltim dan Kalsel dilakukan di sana. Kerjasama lainnya masih menunggu untuk Lembaga Administrasi Negara (LAN), tepatnya 23-24 Oktober dan Kemenkumham pada 9 Oktober mendatang. "Kita berharap hasil tesnya nanti semua sesuai harapan," pungkas mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim itu. (sul/hmsprov)

//Foto: Peserta simulasi. (dok/humasprov kaltim)

Berita Terkait