Kalimantan Timur
Yurnalis Ngayoh, Putra Terbaik Kaltim yang Berpulang dengan Warisan Kesederhanaan

foto:seno/humasprovkaltim

SAMARINDA - Kepala Dinas Perhubungan Kaltim  AFF Sembiring mengatakan mendiang Dr Yurnalis Ngayoh adalah putra terbaik Kaltim kelahiran Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat, 2 Juli 1942. Mendiang  Yurnalis Ngayoh meninggal dunia di Samarinda pada hari Senin,  8 Februari 2001.

 

"Kita kehilangan putra terbaik Kaltim. Oleh karena itu,  atas nama  Pemprov Kaltim merasa kehilangan sosok teladan dan sangat baik kepada siapa saja," kata Sembiring mewakili Gubernur Kaltim, usai menghadiri pemakaman mantan Gubernur Kaltim Dr Yurnalis Ngayoh di Pemakaman Katolik Sungai Siring Samarinda, Rabu (10/2/2021).

 

Semasa hidup Yurnalis Ngayoh lanjut Sembiring telah mengabdikan diri di pemerintahan.  Bekerja dengan tekun dan bertanggung jawab,  pribadinya sangat bersahaja dan sabar.

 

"Semasa kepemimpinannya, maupun dalam pergaulan di masyarakat, nyaris tidak pernah marah dan sangat menghargai teman dan bawahan. Karena itu beliau dipercaya dan mendapat banyak amanah untuk menduduki berbagai jabatan, hingga pejabat tinggi, dan puncaknya adalah sebagai Gubernur Kaltim yang ke-10," paparnya.

 

Sembiring menambahkan, kepergian Yurnalis Ngayoh  tentu tidak  bisa dilupakan semua pihak, karena selain pernah memimpin Kaltim,  beliau juga adalah tokoh  masyarakat, seorang petinggi dan sangat disegani kerena kesederhanaannya.

 

"Yang tidak bisa kita lupakan beliau adalah tokoh yang sederhana dan menjadi panutan.  Beliau patut dan pantas untuk dijadikan sebagai salah seorang yang bisa kita sebut sebagai pahlawan, dan

kita kehilangan putra  terbaik Kaltim," ujarnya.

 

Sembiring menjelaskan, mengapa beliau tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Pemprov Kaltim sudah  mengusahakannya,  tapi pihak keluarga menyampaikan bahwa wasiat beliau ketika masih hidup,   beliau sudah menyiapkan lahan untuk tempat pemakaman yang berada di sebelah kiri  mendiang istrinya Helena  Nontje, yang telah meninggal dunia   pada tanggal 2 Maret 2015 lalu.

 

"Wasiat almarhum yang tidak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, salah satu bentuk kesedarhanaan beliau yang ditinggalkan," kata Sembiring.

 

Sebelum dimakamkan di Pemakaman Katolik Sungai Siring Samarinda, jenazah mendiang  Yurnalis Ngayoh sebelumnya dilakukan misa arwah yang digelar di Gereja St. Lukas Temindung Samarinda. dan pemakaman dipimpin langsung Pastur Willy, yang dihadiri  anak dan menantu Yurnalis Ngayoh termasuk seluruh keluarga dan kerabat.(mar/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait