Zairin : Pekerja Transportasi Harus Lebih Sejahtera

Peluang sangat terbuka

BALIKPAPAN-Potensi pertumbuhan ekonomi Kaltim memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan peluang besar yang harus ditangkap para pekerja, khususnya di bidang transportasi. Peluang besar ini akan lebih maksimal dimanfaatkan jika terbangun sinergi yang baik antara pekerja transportasi melalui serikat pekerja mereka dengan pemerintah.

Potensi bidang transportasi akan tersebar di bandara, pelabuhan dan terminal-terminal. Memasuki era pasar bebas dengan segala potensi dan tantangannya, maka sinergi pekerja dan pemerintah tentu sangat diharapkan.

"Sisi transportasi darat, laut maupun udara akan dipenuhi para pencari kerja. Selaku penanggung jawab operasional kepelabuhanan, bandara dan terminal tentu kami akan mendorong sinergi yang lebih baik. Apalagi pekerja transportasi di Kaltim sudah tegas menyatakan siap menghadapi MEA. Saya kira ini momentum yang sangat baik," kata Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain saat mewakili Wagub HM Mukmin Faisyal HP dalam pelantikan pengurus Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F-SPTI) Kaltim di aula Wawali Kota Balikpapan, Senin (23/3).

Zairin mengatakan, keberadaan serikat pekerja transportasi akan membantu memudahkan koordinasi dan sinergi antara pemerintah dan para pekerja.  Sebab berbagai peluang termasuk upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja dapat diperjuangkan melalui jalur serikat pekerja dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Sejumlah kerjasama juga memungkinkan dilakukan antara pemerintah dan serikat pekerja terkait pekerjaan bidang kepelabuhanan, kebandaraan dan juga keterminalan asalkan tetap mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku.

"Para pekerja transportasi harus lebih sejahtera ke depan. Karena itu, berbagai peluang harus bisa dimanfaatkan, tentu kita sendiri harus terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas. Dan serikat pekerja ini bertanggung jawab untuk menaungi para pekerja," tegas Zairin Zain.

Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim ini juga menjelaskan, bahwa saat ini kebijakan Pemprov Kaltim adalah membangun dan mengembangkan pelabuhan laut dan bandara-bandara. Kebijakan ini, salah satunya ditujukan untuk memperluas lapangan kerja, termasuk lapangan kerja di bidang jasa transportasi.

Saat ini misalnya, Pemprov sedang mengembangkan Pelabuhan Peti Kemas Palaran, sekaligus membangun pelabuhan penumpang di sebelahnya.  Pelabuhan Loktuan di Bontang juga sedang dikembangkan. Demikian juga Pelabuhan Pondong di Paser.

Proyek lebih besar saat ini pun sedang dibangun di kawasan Maloy, Kutai Timur. Disebutkan setidaknya ada lima pelabuhan yang akan dibangun di kawasan Maloy, yakni pelabuhan CPO (crude plm oil) yang saat  ini sedang dikerjakan, pelabuhan kontainer kerjasama dengan PT Pelindo, pelabuhan batu bara, pelabuhan perikanan dan pelabuhan multi purphose.

"Bisnis transportasi akan sangat terbuka di sini. Kami perkirakan akan ada 5.000 tenaga kerja dibutuhkan di sana. Tentu ini peluang besar yang harus kita manfaatkan," kata Zairin.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal F-SPTI Syafril Arsyad mengatakan, kehadiran serikat pekerja sangat diperlukan untuk membantu menciptakan iklim kerja yang kondusif. Keteraturan dan kondusifitas kerja secara langsung akan membantu ketenangan bekerja dan iklim investasi. Selain itu, perhatian khusus perlu diberikan mengingat  pentingnya sektor transportasi ini.

"Transportasi ini sangat vital. Misal transportasi laut. Jika tidak disikapi bijak, maka gangguan akan terjadi pada lalu lintas barang masuk dan keluar. Jika salah menangani, maka dampaknya bisa fatal hingga kenaikan harga sembako dan stok barang yang amburadul," tegas Syafril Arsyad.  

Sementara Ketua F-SPTI Kaltim periode 2015-2020 yang baru terpilih, Muhammad Nasir menyatakan kesiapan organisasi pekerja ini untuk berkontribusi demi  kemajuan Kaltim, termasuk kesiapan mereka menyongsong pemberlakuan MEA 2015.

"Kami sampaikan, bahwa semua tenaga kerja transportasi dalam F-SPTI Kaltim siap menghadapi MEA 2015. Anggota kami di kabupaten/kota sebagian telah mengikuti diklat tingkat daerah, nasional bahkan internasional di Singapura. Jadi kami tegaskan, kami siap menyongsong MEA," tegas Nasir. (sul/advetorial)

 

Foto : Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain memberi ucapan selamat kepada pengurus Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F-SPTI) Kaltim. Sinergi pekerja dan pemerintah sangat penting demi optimalisasi potensi Kaltim, khususnya di bidang transportasi. (sul/advetorial)

 

Berita Terkait
Government Public Relation