Samarinda – Rangkaian acara Festival Islami, Doa dan Sholawat Akhir Tahun 2025 pada hari kedua menghadirkan bincang inspiratif bertema “Tren Mode Hijab 2026” yang dirangkaikan dengan fashion show bersama KAMI IDEA.
Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Masjid Baitul Muttaqien, Islamic Center Kalimantan Timur, Senin (29/12/2025), dengan menghadirkan Founder KAMI IDEA, Istafiana Candarini, sebagai narasumber.
Istafiana Candarini saat ditemui menyampaikan bahwa tema yang diangkat membahas perjalanan bisnis KAMI IDEA serta gambaran tren hijab tahun 2026. Menurutnya, tantangan utama adalah bagaimana tetap tampil modis dan stylish tanpa mengesampingkan sisi kepraktisan.
“Kami membahas bagaimana tren 2026, caranya tetap modis, stylish, tetapi tetap praktis untuk digunakan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KAMI IDEA telah berdiri sejak tahun 2009 dan akan memasuki usia ke-17 pada tahun depan. Keberlangsungan usaha tersebut, kata Istafiana, tidak lepas dari kerja sama tim yang solid.
“Kami bertiga sebagai partner tidak hanya berperan sebagai visioner, tetapi juga didukung oleh partner yang kuat di bidang administrasi, keuangan, operasional, serta tim kreatif,” jelasnya.
Saat ini, KAMI IDEA telah memiliki 26 toko yang tersebar dari Aceh hingga Kalimantan. Ia menambahkan, usaha tersebut berawal dari modal awal sebesar Rp15 juta dan hingga kini masih terus bertahan dan berkembang.
Sementara itu, fashion show yang ditampilkan tadi merupakan koleksi terbaru yang diluncurkan pada bulan ini dengan tajuk Alura. Koleksi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan aktivitas masyarakat pada periode November hingga Desember, yang identik dengan Hari Ibu, libur sekolah, serta musim liburan akhir tahun.
“Koleksi ini dibuat agar mudah dipadupadankan ke berbagai aktivitas, terutama di bulan Desember dan Januari yang aktivitasnya cukup padat,” terangnya.
Koleksi Alura didominasi busana kasual berbahan katun dengan eksplorasi bentuk yang nyaman serta pilihan warna yang selaras dengan tren awal tahun 2026.
Ia juga menambahkan bahwa tren mode hijab tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan dalam negeri, tetapi juga dari tren global dan figur publik internasional. Namun, menurutnya, kebutuhan utama pengguna hijab tetap menjadi fokus utama.
“Yang terpenting adalah bagaimana kebutuhan pengguna hijab bisa terpenuhi, tetap sopan, nyaman, dan sesuai dengan gaya hidup,” tutupnya.(hend/dfa)