Eksplorasi Tari Pedalaman Bersama Muhammad Faris Agus Faishal
Samarinda— Kegiatan Pengolahan Tari yang digelar oleh UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur juga menghadirkan narasumber Muhammad Faris Agus Faishal. Bertempat di Gedung Bahimung, sesi kali ini mengangkat materi “Tari Pedalaman”, yang menjadi salah satu dari tiga pilar budaya Kalimantan Timur selain Kraton dan Pesisir.(21/10/2025)
Dalam penyampaian materinya, Faris menjelaskan bahwa pengolahan tari pedalaman adalah proses mengembangkan dan memproses gerak tari yang bersumber dari budaya masyarakat pedalaman, khususnya suku-suku Dayak, dengan tujuan memperindah bentuk gerak tanpa meninggalkan ciri khas budaya aslinya.
“Dalam tari, tidak hanya meniru bentuk aslinya, tetapi memprosesnya agar memiliki nilai artistik yang lebih luas tanpa menghapus identitasnya,” jelas Faris.
Faris juga menyinggung tentang pentingnya memahami falsafah, nilai, legenda, dan adat tradisi dalam proses penciptaan tari pedalaman. Ia membagi pendekatan koreografi menjadi dua, yaitu literer dan non-literer.
Dalam praktiknya, peserta diajak memahami dan mengeksplorasi tari-tari khas Dayak. Peserta belajar mengembangkan gerak melalui improvisasi, eksplorasi musik tradisional seperti sapeq, gong, dan kelentangan, serta memperhatikan struktur alur tari yang menggambarkan kehidupan masyarakat pedalaman.
Melalui pembelajaran ini, diharapkan muncul karya-karya koreografi baru yang kaya akan budaya daerah namun mampu tampil segar di panggung modern.
Acara Pengolahan Tari UPTD Taman Budaya Provinsi Kaltim akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang seni dan kebudayaan untuk memperkaya wawasan para peserta dalam menciptakan karya tari yang berakar pada identitas lokal Kalimantan Timur.(Hmd/dfa)