KalaFest 2026 Catat Transaksi Pangan Murah Rp670 Juta dan Pembiayaan Syariah Rp3,29 Miliar

Samarinda – KalaFest 2026 menghadirkan sejumlah program dan inisiatif strategis untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur.

Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto mengatakan, selama tiga hari penyelenggaraan KalaFest juga digelar Gerakan Pangan Murah serentak di seluruh Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Bontang, Berau, hingga Mahakam Ulu dengan total nilai penjualan mencapai Rp 670.034.600 dan melibatkan puluhan UMKM.
Img 3884

KalaFest 2026 yang merupakan rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia diselenggarakan di dua lokasi, yakni di Islamic Center Samarinda dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur selama tiga hari pelaksanaan.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai tokoh nasional maupun daerah dan diikuti secara antusias oleh berbagai lapisan masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur.

“Total pengunjung KalaFest 2026 mencapai lebih dari 24.815 orang dan menjangkau lebih dari 702.483 audiens melalui platform digital,” ujarnya pada Closing Ceremony Kaltim Halal Festifal (KalaFest) di pelataran Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center, Minggu (10/5/2026).

KalaFest 2026 mengusung tiga tema utama, yakni pembiayaan dan keuangan sosial syariah, halal lifestyle, serta digitalisasi, literasi, dan edukasi ekonomi syariah. Ketiga tema tersebut diangkat untuk memberdayakan, memperkuat, dan mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis nilai Islam di Kalimantan Timur.

Pada tema pembiayaan dan keuangan sosial syariah, diselenggarakan kegiatan Business Matching dan Edukasi serta Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) yang mempertemukan pelaku UMKM syariah dengan tujuh lembaga keuangan syariah.

Img 3883

Kegiatan yang bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim-Kaltara tersebut berhasil mencatat realisasi pembiayaan sebesar Rp 3,29 miliar yang disalurkan kepada 20 pelaku usaha syariah selama tiga hari penyelenggaraan.

Program ini menjadi upaya nyata dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang solid dengan mempertemukan pelaku UMKM yang membutuhkan akses permodalan dengan lembaga pembiayaan syariah.

Selain itu, kegiatan tersebut juga disertai edukasi literasi keuangan dan digitalisasi UMKM melalui pencatatan keuangan digital guna memperkuat fondasi usaha dalam pengelolaan keuangan dan pengembangan bisnis. (Prb/ty)