Samarinda – Kerinduan untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman sering kali membuat kita terburu-buru saat hendak berangkat mudik. Namun, di balik antusiasme tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda mengingatkan warga agar tidak abai dalam memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan.
Kepala Bidang Pencegahan Disdamkar Samarinda, Zakky Anshari, memberikan pesan menyentuh agar momen lebaran tidak berubah menjadi duka akibat kelalaian kecil. Ia menekankan bahwa langkah pencegahan adalah bentuk kasih sayang terhadap aset dan lingkungan sekitar.
"Kami sangat menyarankan warga untuk memastikan seluruh instalasi listrik dan kompor gas aman sebelum rumah ditinggalkan dalam waktu lama," kata Kepala Bidang Pencegahan Disdamkar Samarinda Zakky Anshari di Samarinda, baru-baru ini, dilansir dari antaranews.com.
Dalam kesempatan tersebut ada beberrapa Langkah Sederhana untuk Keamanan Ekstra.
Zakky menyoroti beberapa kebiasaan kecil yang sering terlupa namun berdampak besar:
Pertama, Putus Arus Listrik, dimana mencabut seluruh steker dari stopkontak. Hal ini penting untuk menghindari panas berlebih atau korsleting, terutama jika alat elektronik yang digunakan belum memenuhi standar SNI.
Kedua, Keamanan Dapur: Melepas regulator dari tabung gas guna meminimalisir risiko kebocoran gas yang tidak terdeteksi saat rumah kosong.
Ketiga, Sedia Payung Sebelum Hujan, dengan menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) minimal ukuran 3 kg. Keberadaan APAR bukan hanya untuk pemilik rumah, tapi bisa menjadi pertolongan pertama bagi tetangga jika melihat percikan api.
Berdasarkan data Disdamkar, tercatat ada 37 insiden kebakaran di Samarinda sepanjang tahun ini hingga Maret 2026. Dari jumlah tersebut, enam kasus terjadi justru di tengah kekhusyukan bulan Ramadhan.
Meski tren kebakaran tahun ini menunjukkan penurunan dibanding tahun lalu, Zakky menegaskan bahwa kewaspadaan tidak boleh kendur.
"Langkah antisipasi harus tetap menjadi prioritas utama masyarakat menjelang hari raya," ungkapnya.
Bagi warga Samarinda yang tetap berada di kota atau membutuhkan bantuan darurat, Disdamkar berkomitmen untuk bersiaga penuh. Dengan target response time di bawah 13 menit, petugas siap bergerak cepat jika terjadi keadaan darurat.
Tak hanya urusan api, Disdamkar juga membuka pintu bagi warga yang membutuhkan bantuan evakuasi hewan liar atau gangguan keamanan lainnya di area permukiman.
Dengan persiapan yang matang sebelum mengunci pintu rumah, warga diharapkan dapat merayakan hari kemenangan dengan hati yang tenang dan kembali ke rumah dengan kondisi utuh tanpa kekurangan suatu apa pun. (*/pt)
Foto: IST