Pesatnya Perkembangan AI Dorong Penguatan Keamanan dan Privasi Data

Bandung – Perkembangan teknologi digital yang kian pesat, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari layanan publik hingga aktivitas sehari-hari masyarakat.

Pemanfaatan AI yang semakin luas dinilai mampu meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, serta mendukung produktivitas di berbagai sektor. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul tantangan baru terkait keamanan dan perlindungan data pribadi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, menyampaikan bahwa AI kini telah berkembang menjadi bagian penting dalam ekosistem digital, tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai mitra dalam mendukung aktivitas manusia.

E7986e5e 32a6 42dc Bf8a 619c258d3a9e

“Pemanfaatan AI yang semakin terintegrasi dalam berbagai layanan memberikan banyak kemudahan, namun juga menghadirkan risiko yang perlu diantisipasi bersama,” ujarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan Webinar Samdikamiania series #71 dengan tema tema Kecerdasan Buatan (AI) vs Privasi, Kamis (30/4/2026)

Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 212 juta penduduk Indonesia atau sekitar 74,6 persen telah menggunakan internet, dengan 143 juta akun aktif di media sosial. Kondisi ini menunjukkan tingginya tingkat konektivitas masyarakat di ruang digital. Seiring dengan itu, potensi ancaman juga meningkat, mulai dari pelanggaran privasi, penyalahgunaan data, hingga penyebaran informasi yang tidak akurat. Hal ini menjadi perhatian penting dalam menjaga keamanan ruang digital.

Ia menegaskan bahwa privasi merupakan hak setiap individu untuk mengontrol bagaimana data pribadi dikumpulkan, disimpan, dan digunakan oleh pihak lain, termasuk dalam pemanfaatan teknologi berbasis AI.

“Perkembangan teknologi adalah keniscayaan, namun harus diimbangi dengan penguatan regulasi, penerapan etika, serta peningkatan literasi digital masyarakat agar ekosistem digital tetap aman dan terpercaya,” pungkasnya. (cht/pt)