Madinah - Memasuki suasana perayaan lebaran di tanah suci, memang tidak tampak seperti di tanah air dengan berbagai ciri khas seperti berkumpul dengan sanak saudara bersama bermacam masakan seperti opor ayam dan rendang.
Jamaah atau para peziarah yang merayakan lebaran di Madinah tampak sibuk dengan kegiatan ibadahnya masing-masing. Baik yang baru saja tiba sembari menunggu keberangkatan ke Mekkah maupun sebaliknya.
Saat di Madinah, jamaah sangat antusias dan tidak akan melewatkan momen mengunjungi serta memberikan salam di Makam Rasulullah SAW yang berada di dalam Masjid Nabawi. Apalagi di dalamnya juga terdapat “Taman Surga” atau Raudah yang merupakan area di dalam Masjid Nabawi yang letaknya berada di antara makam Rasulullah SAW sampai mimbar Nabi. Raudah juga tempat Rasulullah SAW memimpin salat, menerima wahyu, dan beribadah.
“Di antara rumahku dan mimbarku, terletak sebuah raudah (taman) dari taman-taman surga. Mimbarku ada di atas telagaku.” (HR. Bukhari)
Selain itu, di sekitar komplek Nabawi, jamaah juga dapat berziarah ke masjid-masjid para sahabat. Diantaranya ada masjid Ghamamah artinya awan mendung. Sejarahnya adalah dahulu tempat ini hanya merupakan alun-alun atau lapangan terbuka dijadikan sebagai tempat pelaksanaan Salat Istisqa (minta hujan) oleh Rasulullah dan para sahabatnya, akhirnya muncul awan mendung yang mendatangkan hujan.
Kemudian ada Masjid Abu Bakar terletak dekat dengan Masjid Al-Ghamama dan Masjid Nabawi. Masjid ini dibangun di rumah Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat dan khalifah pertama Rasulullah SAW. Di tempat ini, Abu Bakar juga sering melaksanakan salat.
P lo Masjid ini memiliki makna penting karena mengingatkan umat Muslim pada peran besar Abu Bakar dalam mendampingi Rasulullah SAW dan memimpin umat Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW.
Lalu, ada pula Masjid Ali terletak tidak jauh dari Masjid Nabawi, dinamakan demikian untuk menghormati Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu Rasulullah SAW, yang sekaligus juga merupakan khalifah keempat dalam sejarah Islam.
Masjid ini dahulunya merupakan rumah Ali bin Abi Thalib bersama istri terkasihnya, Fatimah RA, putri Nabi SAW. Masjid ini dibangun di era khalifah Umar bin Abdul Aziz lalu direnovasi oleh beberapa pemerintahan setelahnya.
Ziarah ke makam Rasulullah SAW dan para sahabat bukan sekadar perjalanan wisata religi. Ini adalah perjalanan menelusuri jejak sejarah, menimba ilmu dari para teladan, dan memperkuat keyakinan. (cht/pt)